Distribusi Peralatan e-KTP Masih Bermasalah

Kompas.com - 20/02/2012, 16:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki tahun kedua pelaksanaan proyek KTP elektronik, distribusi peralatan rekam data penduduk masih bermasalah. Sampai akhir Februari 2012, banyak daerah masih belum menerima peralatan. Akibatnya, perekaman data tidak bisa dilakukan.

Hal ini terungkap pada rapat koordinasi nasional eKTP yang diikuti kepala-kepala dinas kependudukan dan catatan sipil, Senin (20/2/2012) di Jakarta.

Pejabat dari Kebumen, Jawa Tengah menyampaikan di wilayahnya jaringan sudah siap, tetapi peralatan belum. Karenanya, kendati undangan untuk warga sudah disiapkan, undangan ditahan di kecamatan. Diharapkan peralatan segera tiba sehingga 1 Maret proyek eKTP sudah bisa dilaksanakan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bangkalan M Syafi'i juga menyebutkan baru sebagian dari 18 kecamatan di Bangkalan yang sudah tiba. Itupun baru perangkat untuk jaringan saja. Kamera, pemindai mata, dan pemindai sidik jari masih belum tiba.

Keluhan mengenai perangkat yang belum tiba juga disampaikan pejabat dari beberapa daerah di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Ini belum termasuk masalah perangkat yang rusak dan peralatan yang diperlukan untuk mengantisipasi wilayah yang jauh dan bermedan sulit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau