Perdagangan bayi

Warga Dipersilakan Mengadopsi

Kompas.com - 21/02/2012, 22:09 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Kota Depok dan Pemerintah Kota Depok mempersilakan warga mengadopsi dua bayi lelaki kembar berusia 12 hari.

Bayi yang lahir dari seorang ibu di Kota Bogor itu kini sedang dititipkan di Yayasan Bina Remaja Mandiri di Jalan Juanda, Kota Depok. Bayi tersebut sempat dijual oleh seorang warga berinisial MS (49) di Kota Depok, akhir pekan lalu.

Tim Reserse Mobil Kepolisian Sektor Limo berhasil membekuk pelaku dan mengamankan dua bayi saat transaksi berlangsung. "Jika dua anak ini ada yang menginginkan silakan, asal memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah," tutur Sudarya, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Depok, Selasa (21/2/2012) di Depok.

Syarat-syarat pengasuhan yang dimaksud, antara lain, sudah berumah tangga minimal 5 tahun dan tidak memiliki keturunan, menunjukkan surat nikah, surat sehat dari dokter, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan minimal usia suami 30 tahun.

"Kami juga akan melakukan survei langsung kepada warga yang mengajukan adopsi kepada dua anak itu. Baru kemudian proses adopsi dapat dilakukan di Pengadilan Negeri Depok," tutur Sudarya.

Kedua bayi saat ini dalam kondisi sehat dan sempurna seluruh organ tubuhnya.

Perdagangan bayi ini dipicu oleh kesulitan orangtua si bayi yang merasa tidak sanggup mengasuhnya. Ibu dua bayi tersebut berinisial Anh (29), yang mencari pengasuh bayinya melalui bantuan tetangga.

Dari tetangganya, Anh mengenal MS (49), warga Depok, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka penjualan bayinya. Dua bayi Anh dijual MS dengan harga Rp 40 juta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau