Andi Bantah Terima Uang Terkait Kongres

Kompas.com - 22/02/2012, 11:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng membantah menerima uang dari Permai Grup (perusahaan milik Nazaruddin) terkait pemenangannya sebagai ketua umum DPP Partai Demokrat dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010 lalu.

Bantahan itu diungkapkan Andi saat bersaksi untuk Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games 2011 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (22/2/2012). ”Yang jelas saya tidak pernah terima itu,” kata Andi.

Andi menjawab pertanyaan ketua majelis hakim, Dharmawati Ningsih, yang mengonfirmasi pengakuan mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis. Saat bersaksi di persidangan beberapa waktu lalu, Yulianis mengatakan kalau Mindo Rosalina Manulang mengajukan dana Rp 250 juta ke Permai Grup. Dana tersebut digunakan untuk menyumbang pemenangan Andi sebesar Rp 150 juta dan Anas Rp 100 juta.

”Kalau yang dimaksud (menerima) itu tim sukses saya, saya tanya, kapan, di mana, siapa, saya tidak tahu, dan saya tidak pernah menerima,” ujar Andi. Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu juga mengaku tidak mengenal Yulianis maupun Mindo Rosalina Manulang.

Andi mengaku tidak tahu kalau Nazaruddin adalah pemilik Permai Grup. Dia mengaku baru mengetahui soal Permai Grup ini setelah kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games yang juga menyeret Sekretaris Menpora Wafid Muharam itu mencuat di media.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau