Keluarga Kei Jakarta Diimbau Tidak Terprovokasi

Kompas.com - 22/02/2012, 17:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa penolakan kelompok John Kei yang dilakukan ratusan  orang di Bundaran Hotel Indonesia dan Mabes Polri mengundang perhatian salah satu tokoh asal Pulau Kei, Maluku Tenggara, Umar Ohoitenan Kei.

Umar menganggap ada oknum-oknum yang ingin memecah-belah keluarga Kei, khususnya yang ada di Jakarta. "Saya meminta pihak-pihak terkait jangan terpancing yang pastinya nanti akan merusak hubungan keluarga," ujar Umar kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Namun, Umar yang juga Ketua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) tersebut tak bersedia menyebutkan siapa oknum yang dimaksud. "Isu perpecahan yang ada saat ini saya sudah berusaha untuk menjadi penengah," lanjutnya.

Umar turut menyampaikan kekecewaannya terhadap imbas pemberitaan yang cenderung memojokkan klan Kei di media massa. Ia tidak terima jika keluarga Kei diberitakan selalu menjadi pelaku kekerasan. "Gara-gara kasus ini, banyak media yang menyudutkan keluarga Kei," terangnya.

Lebih jauh, Umar berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikan kasus tersebut dengan profesional dan transparan. Ratusan kelompok warga dari terdiri FBR dan Forkabi, warga Timor serta Flores dan kelompok Ternate mendatangi Bundaran HI dan Mabes Polri. Mereka melakukan unjuk rasa dengan maksud meminta agar polisi memberikan hukuman mati kepada John Kei. Sementara John Kei masih dirawat di Ruang Tembesu, Rumah Sakit Polri Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau