Twitter Bantah Tuduhan Menyensor Akun Palsu

Kompas.com - 23/02/2012, 15:08 WIB

KOMPAS.com - Twitter membantah telah melakukan sensor terhadap akun-akun "kloningan" dari akun Twitter asli Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy.

Sejak Sarkozy asli membuka akun Twitter, akun "kloningan" yang berisi parodi memang bermunculan.

Twitter telah membekukan empat di antaranya, yakni @ForteFrance, @MaFranceForte, @SarkozyCaSuffit. dan @_nicolassarkozy.

Akun Twitter resmi Presiden Perancis yang telah diverifikasi oleh Twitter adalah @NicolasSarkozy.

Twitter membolehkan adanya akun-akun kloningan tetapi harus mematuhi standar kebijakan parodi atau spam yang dikeluarkan Twitter.

Akun yang diverifikasi:
Picture_2_610x111

Akun "kloningan":
Picture_1_610x109

Semua pengguna akun "kloningan" harus menyertakan kata "not" atau "fake" atau "fan" di nama akun atau di profil akun Twitter.

Penambahan kata ini untuk mempermudah publik mengidentifikasi bahwa akun-akun tersebut hanya dibuat untuk tujuan parodi, baik dalam hal mengkritisi maupun mendukung kampanye politik dari Presiden.

Twitter akan membekukan, melakukan sensor, atau bahkan pemblokiran apabila diminta oleh pemilik akun asli.

Dalam hal ini, Presiden Perancis sendiri atau tim kampanye yang ditunjuk oleh Presiden dapat meminta Twitter melakukannya. Twitter akan melakukan investigasi untuk membuktikan bahwa akun-akun "kloningan" tersebut disalahgunakan.

Diprotes oleh Organisasi "Internet Without Border"

Organisasi yang fokus kepada kampanye "Internet Without Border" mengatakan bahwa suspensi akun yang dilakukan oleh Twitter akan berujung kepada "political censorship" yang mengancang kebebasan online di Perancis.

Pasalnya, Twitter akan menghapus tweet-tweet yang menyinggung Presiden Perancis tersebut dan merusak kampanye politiknya. Padahal, akun-akun "kloningan" memang dibuat untuk tujuan itu.

K
larifikasi dari Twitter

Setelah mendapat kritik, Rachael Horwitz, juru bicara Twitter di Perancis menulis dalam postingan blognya sebagai berikut :

Twitter adalah bagian integral dari wacana politik di seluruh dunia. Kami mengerti dan mendukung kebutuhan untuk dialog real-time antara politisi dengan warga dan kami tidak ingin menghambat proses ini.

Namun, kami juga harus melindungi pengguna akun dengan memastikan bahwa semua pengguna patuh terhadap peraturan kami. Jika mereka tidak mengikuti peraturan, maka kami akan membekukan akun-akun tersebut.

Tim kami mendukung kebebasan berekspresi di Twitter, tetapi kami memiliki aturan dan menerapkannya bagi semua pihak dalam porsi yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau