Perampokan Terus Merajalela

Kompas.com - 25/02/2012, 02:43 WIB

Jakarta, Kompas - Saat polisi tengah menggelar Operasi Kilat Jaya 2012 untuk menumpas premanisme di kawasan bandara, pelabuhan, terminal bus, dan pertokoan, justru terjadi aksi perampokan. Kawanan perampok bersenjata senapan dan martil merampok empat toko emas dan melukai pemiliknya.

Jumat (24/2) sekitar pukul 12.00, delapan orang bersenjata api dan martil menguras empat toko emas di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam aksinya, mereka tidak hanya merusak toko, tetapi juga melukai pemilik toko dan mengancam warga setempat dengan melepaskan tembakan. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Empat toko emas yang dirampok adalah Toko Emas Sinar Abadi milik Lay Min Tjun alias Ko Aun, Toko Ciputat Jaya milik Cho A Kha, Toko Subur Jaya milik Tjun Tel Liong, dan Toko Emas Dua Empat milik Koh Asan yang semuanya berada di Jalan Aria Putra Ciputat Blok AK. Lokasi toko berada di lantai dasar Pasar Ciputat, tepatnya di samping terowongan pasar.

Sehari sebelumnya juga terjadi perampokan toko emas di kawasan Rawalumbu, Pengasinan, Bekasi, Jawa Barat; perampokan minimarket di Jalan H Shibi, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan; dan pembobolan rumah dinas milik Kedutaan Mesir di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Menahan rasa takut

Perampokan ini membuat pedagang dan warga ketakutan karena perampok mengancam warga dengan melepaskan tembakan ke udara. ”Mereka datang langsung memecahkan kaca lalu mengancam dan meminta emas. Saya teriak ’rampok, rampok’, tetapi mereka malah mendekat dan menembakkan senjata ke udara,” tutur Irwansyah (37), tukang ojek yang juga kerja di Toko Emas Sinar Abadi di lokasi kejadian.

Menurut Irwansyah, pelaku membawa senjata pistol, tiga di antaranya mirip revolver dan tiga yang lain mirip FN. Sebagian yang lain membawa martil yang dipakai untuk memecahkan kaca.

Delapan pelaku itu datang mengendarai sepeda motor dari dua arah berbeda. Enam di antaranya mengenakan helm, sedangkan dua pelaku tidak. Pelaku diperkirakan berumur sekitar 30 tahun dan berbadan tegap.

Peristiwa perampokan berlangsung hanya sekitar 10 menit. Pelaku kabur ke arah barat menuju Gang Pinang, Ciputat. Empat pelaku bermasalah dengan sepeda motor mereka. Lantaran panik dan dikejar warga, empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor terjatuh. Empat orang itu kemudian membajak angkot trayek Ciputat-BSD D-12 yang disopiri H (30). Angkot yang sedang tidak ada penumpang itu dibajak di depan Kantor Pegadaian Ciputat.

Warga yang mengejar semakin banyak, dibantu oleh petugas kepolisian yang sedang piket. Menurut kesaksian Cecep Supriatna, anggota Kelompok Sadar Keamanan Ketertiban Masyarakat Ciputat, sempat terjadi baku tembak antara pelaku dan polisi.

Angkot yang dibajak pelaku melaju ke arah Kedaung. Setibanya di Jalan H Betong, pelaku meninggalkan angkot dan sopir di lokasi. Saat itu, situasi lalu lintas sedikit lengang karena banyak warga yang menjalankan shalat Jumat. ”Saya lalu balik, mereka kabur,” kata Cecep.

Koh Asan, pemilik Toko Emas Dua Empat, ketika kejadian tidak berada di toko, tetapi masih di area pasar. Ia tahu dari warga setempat yang menginformasikan adanya keributan di tokonya. Di tokonya saja, ia memperkirakan kehilangan emas 4 kilogram dengan nilai sekitar Rp 1 miliar.

Emas tersebut dalam bentuk perhiasan kalung, gelang, dan cincin. ”Saya berharap agar keamanan pasar lebih diperketat sebab saat ini kejahatan semakin meningkat,” katanya.

Identifikasi pelaku

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Nico Afinta menambahkan, dari keterangan para saksi dan olah tempat kejadian perkara, pihaknya sudah dapat mengidentifikasi komplotan pelaku itu.

”Jumlah pelaku empat sampai delapan orang. Apakah ada orang lain lagi yang menunggu di luar, nanti akan jelas jika pelaku yang langsung ke toko bisa kami tangkap semua,” katanya.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Toni Harmanto, pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mengejar para tersangka perampokan itu. ”Kami berharap, para pelaku dapat segera kami tangkap dan barang rampasan dapat diselamatkan,” katanya.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, dari olah tempat kejadian perkara, barang bukti yang didapat tim penyidik, antara lain, 2 motor yang digunakan pelaku, yaitu Yamaha Jupiter MX 3327 KBQ dan Yamaha Vega K 3474 SAN, 2 proyektil berbentuk pipih, 3 selongsong peluru, 1 laras senjata api merek Colt, 1 martil bergagang kayu, dan pecahan kaca etalase toko.

”Para pelaku menggunakan cadar untuk menutup wajah,” ujar Rikwanto. (rts/ndy)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau