Dunia Frustrasi Hadapi Suriah

Kompas.com - 25/02/2012, 07:32 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Keadaan benar-benar membuat frustrasi. Barat dan Liga Arab ingin menekan rezim Suriah, tetapi China dan Rusia menolak pergantian rezim di Suriah secara ilegal. Berbagai tekanan dunia juga tidak mudah menjatuhkan Suriah.

”Situasinya benar-benar membuat frustrasi,” kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague, kepada BBC, Jumat (24/2), menjelang pertemuan beberapa negara untuk membahas soal Suriah di London.

Di Tunis, Tunisia, sekitar 70 perwakilan negara dan organisasi internasional, Jumat (24/2/2012), menggelar pertemuan dengan tema ”Para Sahabat Suriah”. Namun, Rusia, Lebanon, dan China memboikot.

Rusia dan China telah menggunakan hak veto pada awal bulan ini untuk menggagalkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang diajukan Liga Arab dan Uni Eropa.

Sebelum pertemuan, Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Sekjen Liga Arab Nabil al Arabi, Kamis lalu, menunjuk mantan Sekjen PBB Kofi Annan sebagai utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah. Wakil Annan akan ditunjuk dari pejabat Arab. Misi Annan adalah mengakhiri aksi kekerasan dan pelanggaran HAM, serta memperkuat solusi damai atas krisis Suriah.

Pertemuan para sahabat Suriah akan mengeluarkan sejumlah rekomendasi agar dilaksanakan oleh rezim Presiden Bashar al-Assad. Isi rekomendasi adalah ancaman bahwa aksi kekerasan yang dilakukan rezim Presiden Bashar al-Assad, apalagi mengandung tindak pidana, bisa dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan.

Sahabat Suriah juga mengakui Dewan Nasional Suriah sebagai wakil rakyat Suriah. Mereka mendukung perjuangan oposisi dan mengimbau semua kelompok oposisi sepakat atas mekanisme koordinasi pada masa transisi dan era berikutnya.

Sahabat Suriah meminta rezim mengakui hak-hak kaum minoritas di Suriah. Kelompok sahabat Suriah akan melakukan tindakan politik, diplomasi, dan ekonomi lebih kuat untuk menekan rezim Presiden Assad.

Perang sipil

Tekanan Barat dan Liga Arab itu sudah jelas merupakan ancaman keras bagi Suriah. Namun, rezim Suriah mengatakan sama sekali tidak akan mau menuruti anjuran sahabat Suriah.

Alexei Pushkov, anggota parlemen Rusia, bertemu dengan Assad di Damaskus. Dia menegaskan, Presiden Suriah itu terkesan kuat dan sama sekali tidak memperlihatkan gelagat mundur.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev tampak mendukung kuat posisi Suriah. Dia mengatakan, penjungkalan sebuah rezim seperti yang sedang dicoba dilakukan pada Suriah tidak sesuai dengan hukum internasional dan bisa mengganggu stabilitas kawasan.

Pushkov juga memperingatkan bahwa niat asing mempersenjatai oposisi, jika ada, akan bisa memicu perang sipil. Pihak Iran, Lebanon, dan China juga menegaskan dukungan pada posisi Suriah.

Di sisi lain, aparat Suriah terus mencecar habis-habisan basis oposisi di Homs, kota ketiga terbesar di Suriah. Para penembak jitu berseliweran siap membidik warga walaupun hanya sedang mencoba mencari bahan makanan yang sudah sangat langka.

Hingga Jumat, serangan sengit dilanjutkan ke Homs dan daerah sekitarnya. Bagi Suriah, menaklukkan Homs hingga menyerah adalah inti pertahanan sehingga kejatuhan rezim bisa dihindari. Dunia sedang menghadapi batu padas saat berhadapan dengan Suriah. (MTH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau