Milan, Sabtu -
Tujuh pertandingan terakhir tanpa kemenangan adalah hasil maksimal yang sudah dibuat Ranieri. Situasi ini tidak hanya membuat gerah pendukung Inter, melainkan juga presiden klub Massimo Moratti.
Pada ajang kompetisi lokal, Inter mengalami tiga kekalahan beruntun dari AS Roma dengan 0-4, Novara 0-1, dan Bologna 0-3. Sebelumnya, mereka tersingkir di Coppa Italia setelah dipukul Napoli 0-2. Sementara di Liga Champions, tim ”Biru Hitam” ini takluk 0-1 dari klub Perancis Olympique Marseille pada putaran pertama 16 besar.
Buat Ranieri, tidak ada pilihan kecuali memenangi laga melawan Napoli. Kemenangan ini setidaknya sedikit meredam kekecewaan pendukung Inter atas hasil di atas. Rumor yang berkembang di Italia menyebutkan Ranieri bakal dipecat jika Inter kalah dari Napoli.
Dugaan ini menguat setelah surat kabar Spanyol,
Langkah yang diambil Inter ini tak lepas dari spekulasi kelanjutan Guardiola di Barcelona. Pelatih yang juga mantan pemain Barcelona itu sejauh ini belum menyatakan akan bertahan atau memperpanjang masa kerjanya di klub Catalan itu.
Moratti sendiri sejauh ini berupaya bersikap tenang. ”Kita lihat apa yang akan terjadi nanti. Saat ini, kami memang sedang mengalami momen yang sulit,” kata Moratti seperti dikutip FootballItalia.com.
Namun, ditegaskan Moratti, klub saat ini fokus untuk bisa mengembalikan performa terbaik Inter. Hal lain, termasuk mengenai kemungkinan adanya investor baru untuk Inter, bukan prioritas utama untuk dipikirkan. ”Kami akan memikirkan masalah itu nanti. Kini, kami fokus di prestasi,” ungkapnya
Situasi yang dialami Ranieri berbanding 180 derajat ketika dia membawa timnya memenangi laga derbi melawan AC Milan beberapa waktu lalu. Ketika itu, Ranieri dianggap sebagai pahlawan dan kunci keberhasilan Inter karena dia juga mampu mendongkrak posisi Inter dari papan bawah ke papan atas.
Ranieri sendiri bergabung bersama Inter menggantikan posisi yang ditinggalkan Gian Piero Gasperini bulan September lalu. Sesuai kontrak, Ranieri akan berada di Stadion Giuseppe Meazza sampai Juni 2013.
”Saat ini, saya punya kepercayaan diri. Presiden klub ingin kami bereaksi atas hasil buruk sebelumnya dan ini akan kami jawab,” kata Ranieri.
Menurut mantan Pelatih Chelsea itu, timnya masih menunjukkan permainan berkarakter meski hasil akhirnya buruk. ”Sejujurnya saya tidak pernah mengalami musim yang buruk dengan enam kekalahan. Tapi, saya masih punya keyakinan dan sepertinya pertandingan lawan Napoli bukan pekerjaan terakhir saya bersama Inter,” kata Ranieri.
Di klasemen sementara, Inter kini bercokol di peringkat ketujuh dengan koleksi nilai 36. Mereka berada satu tingkat di bawah Napoli yang mengoleksi nilai 37.
Dibandingkan Inter, kondisi Napoli jauh lebih baik. Moral pemain sedang terangkat tinggi menyusul hasil positif yang diraih tim. Kemenangan 3-1 atas klub Inggris Chelsea di ajang Liga Champions membuat kepercayaan diri mereka melonjak.
Apalagi Napoli akan diuntungkan dengan tampil di hadapan pendukungnya sendiri melawan Inter. Kemenangan 2-0 pada ajang Piala Italia juga menjadi modal buat Napoli.
Pada laga lainnya, Lazio akan menghadapi tantangan Fiorentina di Stadion Olimpico Roma. Lazio akan menjalani laga yang sulit menyusul keputusan Pelatih Edy Reja yang sudah menyampaikan surat pengunduran diri.
Sejauh ini pihak manajemen klub belum memberi keputusan. Situasi ini bisa menjadi keuntungan buat Fiorentina yang membutuhkan kemenangan untuk mendongkrak posisinya dari zona degradasi. Sementara itu, Udinese akan menantang tuan rumah Bologna.