Pansus RUU Kamnas Jangan Abaikan Pandangan Komisi I

Kompas.com - 28/02/2012, 15:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional atau Pansus RUU Kamnas diminta tidak mengabaikan pendapat Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat terkait kritikan substansi RUU Kamnas.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dan Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq secara terpisah, Selasa ( 28/2/2012 ). Keduanya dimintai tanggapan disahkannya Pansus RUU Kamnas dalam rapat paripurna hari ini.

Sebelumnya, Komisi I telah memutuskan mengembalikan RUU Kamnas ke Pemerintah lantaran banyak catatan kritis dari 12 organisasi terkait substansi RUU. Komisi I meminta agar pemerintah merevisi RUU itu tanpa ada batas waktu.

Priyo mengaku sependapat dengan keputusan Komisi I agar draf RUU dikembalikan ke pemerintah. Mengenai sikap DPR yang tetap membentuk Pansus, menurut Priyo, DPR harus menindaklanjuti keputusan badan musyawarah bahwa RUU Kamnas dibahas di Pansus dengan melibatkan Komisi I, II, dan III.

Menurut Priyo, bisa saja nantinya Pansus RUU Kamnas menyatakan senada dengan keputusan Komisi I. "Bisa saja dengan cara itu. Saya juga melihat draf itu banyak bolong-bolong," ucapnya.

Mahfudz mengatakan, "besarnya resistensi akan menjadi kendala ketika Pansus mengabaikan hasil-hasil kerja Komisi I."

Seperti diberitakan, berbagai pihak mengkritisi RUU Kamnas. Salah satunya, RUU Kamnas dinilai akan mengurangi tugas dan kewenangan Kepolisian. Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengaku tak dapat menolak RUU itu lantaran bagian dari pemerintah. Timur hanya berharap Komisi III sebagai mitra Kepolisian ikut membahas RUU itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau