Mourinho Cari Rumah di London

Kompas.com - 01/03/2012, 08:14 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, disebut sejumlah media Inggris menghabiskan waktu jeda internasional dengan berkeliling dan mencari rumah di London. Hal ini menguatkan prediksi bahwa Mourinho akan merealisasikan ambisinya untuk kembali menukangi klub Premier League, akhir musim ini.

Mourinho pernah mewarnai sepak bola Inggris ketika menukangi Chelsea pada 2004-2007. Pada 2008, ia menangani Inter Milan, dan 2010 direkrut Madrid dengan kontrak sampai 2014.

Semenjak meninggalkan Chelsea, Mourinho beberapa kali mengaku ingin kembali ke Inggris suatu saat nanti. Hal itu diprediksi sejumlah kalangan akan terjadi pada akhir musim ini.

Meski berisi 20 klub, Liga BBVA Spanyol boleh jadi hanyalah arena pacuan untuk Madrid dan Barcelona. Namun, tekanan yang dialami Mourinho diyakini lebih besar ketimbang saat di Chelsea atau Inter.

Selain karena Madrid kesulitan menundukkan Barcelona, Mourinho juga mendapat kritik keras atas sejumlah tindakannya, misalnya ketika mencolok mata asisten pelatih Barcelona, Tito Vilanova, pada pertandingan leg kedua Piala Super Spanyol di Camp Nou, Rabu (17/8/2011).

Mourinho juga pernah diberitakan media-media Spanyol bersitegang dengan pemain-pemainnya di kamar ganti.

Sementara itu, setidaknya ada tiga klub kota London yang sedang bermasalah dengan pelatih mereka.

Pelatih Chelsea, Andre Villas-Boas; dan Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mendapat kritik karena performa tim mereka yang di bawah harapan. Hingga pekan ke-26 Premier League, Arsenal duduk di peringkat keempat dengan 46 poin, sama dengan Chelsea di tempat kelima. Mereka kalah 17 angka dari penguasa sementara, Manchester City.

Di Liga Champions, kedua klub itu berada di babak 16 besar. Mereka telah melakoni leg pertama dan sama-sama menelan kekalahan. Arsenal kalah 0-4 dari AC Milan dan Chelsea menyerah 1-3 kepada Napoli.

Satu klub London lainnya adalah Tottenham Hotspur. Berbeda dari Villas-Boas dan Wenger, Harry Redknapp tidak punya masalah soal kinerja. Hingga pekan ke-26, Tottenham duduk di peringkat ketiga klasemen dengan 53 poin.

Namun, Redknapp kemungkinan akan berhenti melatih Tottenham, jika mendapat tawaran melatih tim nasional Inggris, yang untuk sementara dipercayakan kepada Stuart Pierce.

Chelsea dinilai paling berpeluang merekrut Mourinho. Pasalnya, Mourinho pernah mengatakan bahwa ia masih punya urusan yang belum selesai dengan Chelsea. Boleh jadi, hal ini berkaitan dengan trofi Liga Champions yang belum pernah diraih Mourinho ketika menangani Chelsea.

Selain itu, Villas-Boas sendiri sudah mengatakan bahwa ada kemungkinan dirinya akan kehilangan pekerjaan jika tak segera mengubah peruntungan Chelsea. Itu masih ditambah tindakan Villas-Boas membanding-bandingkan penyerang Fernando Torres dengan pembelian gagal di masa lalu, misalnya Andriy Shevchenko dan Mateja Kezman. Para petinggi Chelsea disebut Daily Mail tidak suka akan tindakan Villas-Boas itu.

Di tengah situasi itu, Mourinho disebut The Sun sudah melihat-lihat lima rumah, di Knightsbridge dan Mayfair. Ia juga disebut makan siang di Chelsea pada Selasa (28/2/2012). 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau