Konflik di mesuji

Dari 50 Perwakilan Warga, Hanya 17 Jadi Tim Penertiban

Kompas.com - 02/03/2012, 21:40 WIB

MESUJI, KOMPAS.com- Upaya penggusuran warga di kawasan Register 45 Mesuji, Lampung, ternyata tidak serta merta mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Dari 50 perwakilan warga yang diundang Pemprov Lampung untuk ikut bergabung dalam tim penertiban, hanya 17 yang menyanggupinya.

"Dari 50 orang yang dipanggil di Kantor Gubernur (Lampung), hanya 17 yang mau ikut dalam penertiban," kata Capt. (Purn) TNI Sariaman, Koordinator Tim Lapangan Penertiban Hutan Register 45 Mesuji, Jumat (2/3/2012).

Sebelumnya diberitakan bahwa keberadaan Tim 50 yang merupakan perwakilan masyarakat yang ditunjuk untuk turut mengkoordinir upaya penertiban warga yang disebut perambah di Register 45 Mesuji itu adalah upaya adu domba warga Register 45.

Imanuddin (36), warga Tanjung Harapan Mesuji, salah seorang perwakilan yang juga turut diundang dalam rapat pembentukan Tim 50 itu mengungkapkan, mereka sempat diiming-imingi gaji Rp 2 juta per bulan untuk ikut tim tersebut. Namun, menurut Sariaman, keberadaan unsur masyarakat dalam tim penertiban itu adalah atas dasar sukarela.

"Warga asli Mesuji menolak keberadaan para warga yang datang dari luar ini di tanah mereka," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau