Sehari Tanpa Nasi Masuki Minggu Keempat

Kompas.com - 06/03/2012, 13:11 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Program sehari tanpa nasi di Pemerintah Kota Depok memasuki minggu keempat. Program yang digelar setiap hari Selasa ini merupakan bagian dari kampanye untuk menghilangkan ketergantungan pada nasi.

Seperti minggu sebelumnya, kantin di lingkungan Balai Kota Depok tidak boleh menyediakan makanan berbahan nasi. Pedagang makanan diminta menyediakan makanan pengganti nasi.

Namun, sejauh pengamatan Kompas, masih ada pegawai negeri sipil yang mencari kesempatan makan di luar area Balai Kota Depok. Padahal, sebelumnya, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma'il mengimbau agar karyawan turut mendukung program ini dengan mengonsumsi makanan selain nasi yang disediakan pedagang.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Depok Diah Sadiah mengatakan, saat ini masih masa sosialisasi program tersebut. Menurutnya, masih perlu waktu untuk menyadarkan masyarakat agar tidak memakan nasi walau itu hanya sehari.

"Sehari tanpa nasi adalah gerakan penyadaran bahwa tanpa nasi manusia bisa hidup sehat. Tidak mudah melaksanakan gerakan ini, tetapi perlu dimulai agar tidak tergantung dengan nasi," tutur Diah.

Paling tidak, di setiap acara pemerintah yang digelar di Depok, ketika jatuh hari Selasa, tidak ada makanan dari nasi. Semua makanan yang tersedia dari bahan selain nasi. "Kami perlu memberi contoh terlebih dahulu. Saya sendiri di rumah tidak menyediakan nasi setiap Selasa," tutur Diah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau