Konflik di mesuji

TGPF Belum Maksimal Sosialisasikan Rekomendasi

Kompas.com - 06/03/2012, 17:26 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Pemerintah dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dinilai belum maksimal menyosialisasikan hasil kerja berupa rekomendasi penyelesaian kasus Mesuji, Lampung.

Kritik internal terkait lemahnya sosialisasi dan komunikasi hasil rekomendasi TGPF kepada para pihak terkait ini disampaikan Tisnanta, salah satu anggota TGPF demisioner, Selasa (6/3/2012) sore di Bandar Lampung.

”Inilah yang jadi persoalan paling mendasar sehingga baik perusahaan, pemda, maupun masyarakat tidak paham substansi utuh rekomendasi TGPF. Mereka hanya tahu dari koran,” tutur Tisnanta, satu-satunya mantan anggota TGPF asal Lampung.

Di lain pihak, ungkap Tisnanta, para pihak yang berkepentingan terkesan tidak aktif  menanyakan hasil rekomendasi atau sekadar berkonsultasi dengan TGPF terkait upaya penyelesaian kasus Mesuji.

”BPN (Badan Pertanahan Nasional), baik di provinsi maupun kabupaten, sangat tidak aktif. Mau bangun komunikasi dengan mereka sulitnya minta ampun. Pemprov pun hanya sekali menanyakan. Satu-satunya lembaga yang proaktif adalah dinas kehutanan,” tutur akademisi dari Universitas Lampung ini.

Untuk itu, ia berpandangan, TGPF, khususnya mantan Ketua TGPF Denny Indrayana, agar proaktif mengomunikasikan rekomendasi itu kepada pihak terkait.

Tisnanta mengemukakan hal itu menyikapi sejumlah peristiwa aktual yang menunjukkan masih bergejolaknya situasi di Mesuji akibat tidak diselesaikannya akar persoalan.

Peristiwa-peristiwa itu, antara lain, pembakaran mes PT BSMI pekan lalu, kisruh penertiban Register 45 Mesuji, dan penetapan warga Tanjung Raya sebagai tersangka kasus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau