JAKARTA, KOMPAS.com — Bursa bakal calon Gubernur DKI Jakarta semakin sesak dengan kehadiran nama Alex Noerdin, yang didukung oleh Partai Persatuan Pembangunan. Alex yang sekarang aktif menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan juga disebut-sebut bakal menjadi calon kuat dari Partai Golkar.
Atas peluang menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 itu, Alex mengaku percaya diri dapat membawa kesuksesan yang telah dilakukannya di Sumatera Selatan (Sumsel) ke Jakarta. Tak tanggung-tanggung, kendati belum secara resmi menjadi calon gubernur dari Partai Golkar, Alex sudah menebar janji kampanyenya.
"Saya punya konsep dan commitment contract. Sudah jauh-jauh hari, saya janjikan Jakarta bebas banjir dan bebas macet dalam tiga tahun. Kalau tidak, saya mundur," kata Alex dalam diskusi "Pilih Incumbent atau Figur Baru?" di Gedung Jakarta Media Center, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2012).
Ia mengaku, janji kampanye yang terlalu dini itu ditanggapi sinis banyak orang. Namun, Alex percaya diri lantaran pengalamannya yang sudah cukup panjang dalam mengelola pemerintahan. Alex pernah menjadi Bupati Banyuasin, Sumsel, selama dua periode berturut-turut, yakni pada 31 Desember 2001 hingga 30 Desember 2002 dan 16 Januari 2007 hingga 14 Juni 2008. Setelah itu, ia menjabat sebagai Gubernur Sumsel pada tahun 2008 hingga sekarang.
Alex percaya bahwa warga DKI akan mempertimbangkan rekam jejak dirinya dalam memimpin pemerintahan. Janji kampanye ini dilakukan Alex juga karena berkaca pada masa kampanye dirinya saat berusaha mendapatkan kursi Gubernur Sumsel.
"Saat itu, saya kampanye lawan incumbent pada tahun 2008. Janji kampanye saya adalah bebas biaya sekolah dari SD-SMA dan setingkatnya serta bebas biaya berobat di Sumatera Selatan dalam waktu satu tahun kalau saya terpilih," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumsel itu.
Alex mengatakan, janji itu ia penuhi, bahkan lebih cepat dari target awalnya. Ia butuh waktu 81 hari untuk memenuhi janji kampanyenya itu. "Akhirnya, saya dapat rekor pemenuhan janji kampanye dari MURI (Museum Rekor Indonesia-Dunia) dan belum terpecahkan sampai sekarang. Kalau ada yang bilang dia hebat, lihat saja performance. Ingat bukti, bukan janji," kata Alex.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang