Jakarta, Kompas
Mobil Toyota Avanza warna perak itu dikemudikan Jamin Endra (63). Dua penumpang duduk di kursi tengah, yaitu istri Jamin, Baby Hendrawati Sulistyo (54 ), serta adik ipar Jamin, Deviyane Sulistyo (46).
Akibat tabrakan itu, Jamin mengalami luka di bagian tangan, Baby terluka di bagian wajah, sedangkan Deviyane mengalami luka memar di dada. Mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit Royal Taruma, Grogol.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metropolitan Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Sularno mengatakan, mobil melaju kencang dari arah Kembangan menuju Daan Mogot. Saat tiba di pelintasan Rawa Buaya, kereta api dari arah Tangerang menuju Kota melintas dengan kecepatan tinggi.
”Tabrakan tidak terhindarkan. Mobil terseret dan tercebur ke Kali Cengkareng Drain,” ujar Sularno.
Pelintasan kereta api itu memang tidak ada palangnya. Namun, ada seorang penjaga, Keling (30), yang bertugas memperingatkan pengemudi kendaraan jika ada kereta hendak melintas.
Keling mengatakan, dia mendengar suara bel tanda kereta hendak lewat. Saat itu, dia melihat sebuah mobil hendak lewat di pelintasan tersebut.
”Saya sudah berusaha menghentikan, tetapi mobilnya terlalu kencang, jadi tidak bisa berhenti dengan cepat,” katanya.
Saat pengemudi dapat menghentikan mobil, ternyata mobil berhenti tepat di tengah rel. Jarak kereta api juga sudah dekat dan masinis tidak bisa menghentikan laju kereta api sehingga menabrak mobil itu.
Bulan lalu, seorang pria juga tewas tertabrak kereta api saat menerobos palang pelintasan di Kebon Jeruk. Tahun lalu, dua kecelakaan mobil tertabrak di pelintasan kereta api juga terjadi di wilayah Jakarta Barat.
Manajer Humas PT KAI Daop I Mateta Rijalulhaq menyebutkan, saat ini ada 639 pelintasan kereta api di Jakarta. Sebanyak 164 pelintasan terjaga, 303 pelintasan tidak terjaga, dan 172 pelintasan merupakan pelintasan liar.
Pelintasan liar sering dilalui sepeda motor. Pelintasan itu tidak ada palang dan penjaganya sehingga sering memakan korban.