Kecelakaan

Terobos Lintasan, Mobil Tertabrak Kereta Api

Kompas.com - 07/03/2012, 03:22 WIB

Jakarta, Kompas - Sebuah mobil tertabrak kereta api di pelintasan Jalan Klingkit Raya, Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (6/3). Mobil ringsek akibat terseret kereta api, tetapi tiga penumpang mobil selamat. Ketiganya menderita luka-luka.

Mobil Toyota Avanza warna perak itu dikemudikan Jamin Endra (63). Dua penumpang duduk di kursi tengah, yaitu istri Jamin, Baby Hendrawati Sulistyo (54 ), serta adik ipar Jamin, Deviyane Sulistyo (46).

Akibat tabrakan itu, Jamin mengalami luka di bagian tangan, Baby terluka di bagian wajah, sedangkan Deviyane mengalami luka memar di dada. Mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit Royal Taruma, Grogol.

Mobil melaju kencang

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metropolitan Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Sularno mengatakan, mobil melaju kencang dari arah Kembangan menuju Daan Mogot. Saat tiba di pelintasan Rawa Buaya, kereta api dari arah Tangerang menuju Kota melintas dengan kecepatan tinggi.

”Tabrakan tidak terhindarkan. Mobil terseret dan tercebur ke Kali Cengkareng Drain,” ujar Sularno.

Pelintasan kereta api itu memang tidak ada palangnya. Namun, ada seorang penjaga, Keling (30), yang bertugas memperingatkan pengemudi kendaraan jika ada kereta hendak melintas.

Keling mengatakan, dia mendengar suara bel tanda kereta hendak lewat. Saat itu, dia melihat sebuah mobil hendak lewat di pelintasan tersebut.

”Saya sudah berusaha menghentikan, tetapi mobilnya terlalu kencang, jadi tidak bisa berhenti dengan cepat,” katanya.

Saat pengemudi dapat menghentikan mobil, ternyata mobil berhenti tepat di tengah rel. Jarak kereta api juga sudah dekat dan masinis tidak bisa menghentikan laju kereta api sehingga menabrak mobil itu.

Bulan lalu, seorang pria juga tewas tertabrak kereta api saat menerobos palang pelintasan di Kebon Jeruk. Tahun lalu, dua kecelakaan mobil tertabrak di pelintasan kereta api juga terjadi di wilayah Jakarta Barat.

Manajer Humas PT KAI Daop I Mateta Rijalulhaq menyebutkan, saat ini ada 639 pelintasan kereta api di Jakarta. Sebanyak 164 pelintasan terjaga, 303 pelintasan tidak terjaga, dan 172 pelintasan merupakan pelintasan liar.

Pelintasan liar sering dilalui sepeda motor. Pelintasan itu tidak ada palang dan penjaganya sehingga sering memakan korban. (fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau