Seperti diperkirakan sebelumnya, mantan Gubernur Massachusetts itu berjaya dalam serangkaian pemilihan pendahuluan calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik di wilayah utara dan timur laut AS, dengan meraih kemenangan mudah di Massachusetts, Vermont, dan Virginia. Keberhasilan itu disusul kemenangan Romney di Idaho dan Alaska.
Romney juga meraih ”hadiah utama” Super Tuesday, yakni kemenangan di Negara Bagian
Santorum bahkan terus memimpin dalam perhitungan suara yang berlangsung hingga tengah malam. Baru setelah proses perhitungan suara melewati 70 persen, Romney mulai mendekat dan akhirnya menyalip Santorum dengan selisih hanya sekitar 12.000 suara dari total 1,1 juta pemilih peserta pemilihan pendahuluan (primary) di Ohio.
Secara keseluruhan, Romney lolos dari Ohio dengan mengantongi 38 persen suara, disusul Santorum (37 persen), mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich (15 persen), dan anggota DPR AS dari Texas, Ron Paul (9 persen).
Kemenangan di Ohio sangat menentukan. Sejarah mencatat, tak seorang pun calon presiden (capres) dari Partai Republik bisa memenangi persaingan menuju Gedung Putih tanpa menang di Ohio.
Curtis Johnson, staf Kedutaan Besar AS di Jakarta yang pernah aktif dalam tim kampanye Barack Obama pada pemilu 2008, menjelaskan berbagai keistimewaan Ohio. Selain jumlah penduduknya yang besar (sekitar 11,5 juta jiwa atau nomor tujuh terpadat di AS), Ohio juga dianggap sebagai miniatur Amerika.
”Populasi Ohio mewakili keberagaman lapisan masyarakat di AS, ada warga perkotaan, pinggir kota, pedesaan, kawasan industri, jasa, maupun pertanian. Perusahaan yang mengeluarkan produk baru di AS biasanya melakukan uji pasar di Ohio,” kata Johnson, dalam diskusi Super Tuesday yang digelar Kedubes AS di @america, Mal Pacific Place, Jakarta, Rabu (7/3) pagi.
Namun, kemenangan tipis Romney itu menunjukkan, ia tak kunjung bisa merangkul seluruh basis massa pendukung Partai Republik untuk mendukung dia. Padahal, di Ohio, Romney menghabiskan uang untuk berkampanye empat kali lipat lebih besar dibanding Santorum.
Jajak pendapat yang dilakukan di tempat-tempat pemungutan suara di Ohio juga menunjukkan, Romney meraih dukungan besar hanya di kawasan perkotaan dan kalangan masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Sementara Santorum menang di kawasan pedesaan dan di kalangan pekerja yang berpenghasilan di bawah 100.000 dollar AS (Rp 910 juta) per tahun.
Antusiasme para pemilih Romney pun terlihat kurang.
Namun, saat ditanya apakah para kandidat republiken saat ini bisa mengalahkan Obama dalam pemilu 6 November nanti, Kriner menjawab, ”Kalau saya harus
Sementara itu, Gingrich mendapat angin segar setelah menang di Georgia, negara bagian yang ia wakili di Kongres
Meski demikian, ia mendapat dukungan dari Sarah Palin, tokoh gerakan ultrakonservatif Tea Party yang pernah menjadi calon wakil presiden Partai Republik dalam pemilu 2008. ”Saya sangat menghargai apa yang dia perjuangkan dalam kampanye ini,” tutur Palin, setelah mengaku ia memilih Gingrich dalam kaukus di Alaska.
Palin juga menyatakan, ia tak menutup kemungkinan akan maju menjadi salah satu kandidat capres dalam Konvensi Nasional Partai Republik, akhir Agustus nanti, apabila tak satu pun dari empat kandidat saat ini terpilih sebelum itu.