Sertifikasi guru

Siapa Bilang Guru Tua Tak Bisa Lulus Uji Kompetensi?

Kompas.com - 09/03/2012, 10:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekhawatiran banyak pihak tentang usia guru akan memengaruhi hasil uji kompetensi awal (UKA) ternyata tak terbukti. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (8/3/2012) malam, menyebutkan, lebih dari 50 persen guru berusia 25-55 tahun memiliki hasil UKA yang memuaskan dan dinyatakan lulus. Sebaliknya, 41 guru yang berusia di bawah 25 tahun dari 172 guru yang mengikuti UKA dinyatakan tidak lulus.

"Data ini menunjukkan bahwa pihak yang menilai guru tua tidak mampu mengerjakan soal ujian itu salah. Buktinya sebagian besar dari mereka lulus UKA," kata Nuh.

Bahkan, lanjut Nuh, jika dipetakan berdasarkan jurusan, banyak guru peserta UKA yang tidak memiliki kesamaan antara program studi S-1nya dengan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

"Misalnya, sarjana pertanian mengajar Matematika. Sarjana ekonomi mengajar Bahasa Indonesia. Ketahuan semua" ujarnya.

Seperti diberitakan, sampai saat pelaksanaan UKA ditetapkan oleh pemerintah, banyak pihak dari organisasi guru sampai pemerhati pendidikan yang menilai UKA tidak adil untuk para guru yang berusia tua. Alasannya, banyak guru dengan masa mengabdi lebih dari 10 tahun yang khawatir tidak akan mampu berkompetisi dengan guru berusia muda berstatus "fresh graduate".

Menanggapi itu, pemerintah bergeming dan tetap menggelar UKA. Pada 18 Maret mendatang, hasil UKA akan diumumkan guna melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap kualitas guru secara nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau