Ini Alasan Komisi III Pilih Perancis dan Hongkong

Kompas.com - 09/03/2012, 17:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat telah bertolak ke Perancis melakukan studi kompherensif untuk revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Rombongan ke Perancis dipimpin Wakil Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin. Rencananya, rombongan kedua yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edy akan ke Hongkong (sebelumnya disebut Cina dan Australia).

Apa alasan kedua negara itu dipilih? Tjatur mengatakan, Hongkong dipilih lantaran komisi pemberantasan korupsi di Hongkong yakni Independent Commission Against Corruption (ICAC) yang dibentuk tahun 1974 memiliki prestasi.

"ICAC mempunyai success story yang bagus," kata Tjatur singkat seusai rapat anggaran di Komisi III DPR, Jakarta, Jumat (9/3/2012).

Berdasarkan catatan KPK, kunci keberhasilan ICAC adalah komitmen, konsistensi, dan pendekatan yang koheren antara penindakan dan pencegahan. Penindakan dan pencegahan terintegrasi menjadi satu.

Setelah kasus korupsi di satu institusi ditindak dan selesai pemeriksaannya, maka diikuti oleh tim pencegahan yang masuk ke institusi tersebut untuk melakukan 'terapi' dan perbaikan sistem. Dengan demikian, kasus korupsi di institusi tersebut tidak akan terulang lagi. Model itu juga diadopsi KPK.

Tjatur enggan banyak berkomentar mengenai rencana ke Hongkong seperti waktu dan siapa saja anggota yang ikut. "Belum tahu. Itu pun kalau jadi," kata politisi PAN itu.

Lalu, apa alasan ke Perancis? Anggota Komisi III Trimedya Panjaitan mengatakan, Perancis dipilih lantaran komisi independen di sana lebih mengedepankan pencegahan. "Kalau yang lain kan ada yang setengah-setengah (dengan penindakan). Kalau Perancis itu dominannya pencegahan," ucap politisi PDI-P itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau