Goyang "Ai Se Eu Te Pego" ala Ronaldo hingga Andik

Kompas.com - 10/03/2012, 09:13 WIB

KOMPAS.com

Nossa, nossa (Ow, wow)
Assim você me mata (This way you're gonna kill me)
Ai se eu te pego (Oh, if I catch you)
Ai ai se eu te pego (Oh, my God if I catch you)


Ritme riang nan mendayu dari lagu "Ai Se Eu Te Pego" serta goyangan khas sedikit jenaka dari penyanyinya, Michel Telo, telah menginspirasi banyak pesepak bola dari segala penjuru dunia. Pengaruh re-make lagu asal Brasil ke bahasa Portugis yang dirilis tahun 2011 ini telah menyebar ke seluruh dunia bagai virus sehingga menjadi tren tersendiri di dunia sepak bola. Bahkan, lagunya sendiri telah dirilis dalam bahasa Inggris.

Bagaimana tidak, bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo; bintang Santos, Neymar; hingga bintang tim nasional Indonesia, Andik Vermansyah, sampai rela bergoyang di lapangan karenanya. Mereka menjadikan lagu dan goyangnya ini sebagai bagian dari selebrasi seusai mencetak gol. Gerakan menarik digambarkan secara sederhana seperti ini:

"Tangan kanan ke depan, tangan kiri ke depan. Kedua tangan dikibaskan di depan dada, lalu lengan diangkat dan diayunkan ke belakang. Jangan lupa pinggul diayunkan pula ke arah depan...."


Dari lapangan hingga kamar ganti

Goyangan-goyangan jenaka mereka pun diabadikan oleh para fans dan suporter dalam bentuk video-video kreatif di YouTube. Ronaldo, misalnya, bergoyang bersama bek kiri Madrid, Marcelo Vieira da Silva Junior dalam satu laga seusai mencetak gol keduanya ke gawang Malaga dalam laga lanjutan La Liga, 22 Oktober lalu. Dalam laga ini, pemain asal Portugal itu mencetak tiga gol untuk "Los Blancos".

Di video yang sama, tampak pula pemain Borussia Mönchengladbach, Marco Reus, yang bergoyang dengan jenaka berduet dengan rekannya di lapangan seusai mencetak gol.

Lihat juga gaya bek Eric Abidal saat Barcelona berhasil mempermalukan Real Madrid 2-1 di Santiago Bernabeu pada leg pertama perempat final Copa del Rey, 18 Januari lalu. Abidal yang berhasil mencetak gol kedua untuk "Blaugrana". Dia bergoyang ala Michel Telo bersama Dani Alves sebagai bentuk selebrasi.

Tak hanya di lapangan, di negeri asal lagu ini pertama dinyanyikan, lagu ini berhasil membuat Neymar usil kepada rekan satu timnya. Di ruang ganti, dia menggoda teman-temannya yang tengah beres-beres.

Bahkan, dalam salah satu video di YouTube, pemain AC Milan, Alexandre Pato, dan rekan-rekan timnya, seperti Robinho dan Thiago Silva, bernyanyi dan bergoyang "Ai Se Eu Te Pego" di dalam kereta cepat dalam sebuah perjalanan. Mereka menikmati bergoyang di tengah alunan hentakan irama lagu yang keluar dari gadget yang dibawanya.


Andik juga ketularan

Demam "Ai Se Eu Te Pego" ternyata juga sampai ke Indonesia. Goyangan jenaka ini dilakukan oleh bintang muda timnas Indonesia, Andik Vermansyah, di lapangan hijau saat mencetak gol kedua untuk Indonesia ke gawang Vietnam dalam laga semifinal turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2012 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Rabu (7/3/2012).

Andik yang mencetak gol pada menit ke-71 itu segera berlari ke sudut kiri lapangan Vietnam dan melakukan selebrasi. Dia bergoyang ala Michel Telo sambil diikuti rekan-rekannya, Miko Ardiyanto dan Ridwan Awaludin.

Selebrasi yang berlangsung tak sampai 10 detik itu pun sedikit menghibur para pemirsa yang menyaksikan di layar televisi.

Sayangnya, selebrasi semacam itu tak bisa diulangnya lagi dalam laga final turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2012 di Hassanal Bolkiah National Stadium, Jumat (9/3/2012) malam. Indonesia dipermalukan Brunei dengan dua gol tanpa balas.


Delícia, delícia (Delicious, delicious)
Assim você me mata (This way you're gonna kill me)
Ai se eu te pego (Oh, if I catch you)
Ai ai se eu te pego (Oh, my God, if I catch you)



KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau