Terry Suntikkan Semangat Baru

Kompas.com - 10/03/2012, 09:39 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Kapten dan bek John Terry diperkirakan siap tampil lagi setelah cedera sebulan saat Chelsea menjamu Stoke City pada Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu (10/3). Kehadiran Terry diharapkan tidak sekadar melapis pertahanan, tetapi juga menyuntikkan kekompakan dan kesatuan tim.

Terry telah pulih setelah menjalani operasi lutut dan terpaksa istirahat sejak 31 Januari lalu. Di lini belakang itu, bek kiri Ashley Cole juga siap turun setelah pulih dari cedera tumit. Jika kedua benteng pertahanan itu tampil, Chelsea praktis berlaga dengan kekuatan penuh mereka.

Ini merupakan laga pertama Chelsea tanpa Pelatih Andre Villas-Boas yang dipecat karena kinerjanya dinilai gagal mengangkat performa tim. Tim berjuluk ”The Blues” itu kini ditangani Roberto Di Matteo, yang sebelumnya asisten Villas-Boas.

Di bawah racikan Di Matteo, Chelsea menyingkirkan Birmingham 2-0 pada laga ulangan putaran kelima Piala FA, Selasa lalu. Kini, di ajang Liga Inggris, mereka membutuhkan kemenangan untuk kembali menembus ”Empat Besar” klasemen sementara setelah digusur Arsenal.

Dalam situasi transisi seperti sekarang, yang dibutuhkan Chelsea saat menjamu Stoke, yang akan ditayangkan langsung MNC TV pukul 22.00 WIB, lebih dari sekadar kehebatan skill pemain dan kecanggihan taktik permainan, tetapi juga kekompakan dan persatuan tim. Hal terakhir ini yang diharapkan dari tampilnya Terry.

Terry berusaha memperbaiki kebersamaan di ruang ganti tim yang dipimpinnya dengan menyatakan bahwa pemain juga harus ikut memikul tanggung jawab atas dipecatnya Villas-Boas.

”Hal yang menyedihkan bagi Andre karena disayangkan hal itu terjadi atas tanggung jawabnya, saat saya pikir pemain juga harus ikut angkat tangan dan menyatakan dengan jelas bahwa kami tidak cukup bagus dan kami semua membuat kesalahan bersama-sama,” kata Terry.


Kultur Chelsea

Bukan lagi jadi rahasia, seperti biasa terjadi di klub-klub besar, ego sejumlah pemain kerap ikut memengaruhi perjalanan klub. Di Chelsea, beberapa pemain, seperti Cole, Didier Drogba, dan Frank Lampard, masih memegang peranan penting meski mereka berada di pengujung karier di klub London itu.

Villas-Boas terdepak karena gagal memahami kultur tersebut. Ia membuat pemain-pemain senior itu teralienasi. Dalam waktu bersamaan, ia juga menelan 10 kekalahan. Situasi keretakan dan menonjolnya ego pemain itu yang coba dicairkan Terry. Laga melawan Stoke menjadi ujian, apakah upaya Terry berhasil.

Chelsea saat ini di peringkat kelima klasemen sementara dengan nilai 46 dari 27 laga, tiga poin di bawah Arsenal yang menduduki peringkat keempat. Arsenal baru tampil, Senin lusa, menjamu Newcastle United.

Saat dijamu Chelsea, Stoke belum dipastikan bakal diperkuat bek Andy Wilkinson (cedera hamstring) dan pemilik ”lemparan maut” gelandang Rory Delap (hamstring). Di bawah Pelatih Tony Pulis, Stoke kalah dalam empat lawatan terakhir ke Stamford Bridge. Melihat kondisi terakhir, bukan tak mungkin hal itu berulang kembali hari ini.


Reuni Saha

Selain Chelsea versus Stoke, ada lima laga lainnya pada Sabtu ini. Tottenham bertandang ke markas Everton tanpa diperkuat pemain sayap Aaron Lennon karena cedera hamstring. Ia menyusul bek Michael Dawson yang harus istirahat 10-12 pekan karena cedera ligamen.

Tak ada masalah dengan lini depan Tottenham. Striker Louis Saha cukup fit untuk bereuni dengan menghadapi bekas klubnya. Begitu juga bek William Gallas juga siap diturunkan.

Pada laga lainnya, Liverpool dijamu Sunderland. Di papan bawah, terjadi pertarungan Wolverhampton Wanderers versus Blackburn. (AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau