Faisal dan Hendardji Yakin

Kompas.com - 11/03/2012, 05:49 WIB

jakarta, kompas -  Pekan ini, pendaftaran untuk ikut dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan dibuka. Calon dari jalur perseorangan pun yakin bisa lolos verifikasi dan kemudian dapat bersaing dengan para calon yang diajukan partai politik.

Sejauh ini, ada dua pasang calon perseorangan, yaitu pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin dan pasangan Hendardji Soepandji-Achmad Riza Patria.

Sementara itu, pasangan calon dari jalur partai politik yang sudah mendeklarasikan secara resmi adalah Alex Noerdin-Nono Sampono. Pasangan ini didukung Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Damai Sejahtera.

Hendardji memastikan akan mendaftarkan diri pada Jumat (16/3), setelah shalat Jumat. ”Saya punya keyakinan penuh, jumlah dukungan untuk saya memenuhi syarat,” kata Hendardji, Sabtu (10/3).

Keyakinan itu berdasarkan pada berkas yang dia kirimkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam skala besar. Dirinya juga telah melakukan verifikasi internal sebelum menerima dukungan. ”Kalau memang identitas pendukungnya meragukan, tidak saya terima,” kata dia.

Hendardji mengaku sampai saat ini dia belum mendapat pemberitahuan dari KPU berapa banyak suara dukungannya yang gugur.

”Tertutup rapat. Namun, saya yakin akan lolos asalkan tidak ada yang mengada-ada sehingga saya tidak bisa lolos,” kata dia.

Tosca Santosa, Manajer Kampanye pasangan Faizal-Biem juga optimistis. Tosca mengatakan, pihaknya telah menyerahkan 468.000 KTP pendukung kepada KPU Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 10 persen di antaranya dinyatakan sudah kedaluwarsa.

”Kami optimistis bisa menutup kekurangan 10 persen itu karena masih ada waktu hingga tanggal 9 April,” kata Tosca.

Dibuka Selasa

Pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur akan dibuka pada Selasa (13/3) hingga Senin (19/3). Tempat pendaftaran dilakukan di kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Jalan Budi Kemuliaan No 12, Jakarta Pusat.

Anggota KPU Provinsi DKI, Aminullah, menuturkan, berkas yang harus diserahkan bakal calon dari parpol hampir sama dengan berkas bakal calon gubernur jalur perseorangan.

”Hanya saja bedanya tidak ada tahapan pengumpulan surat dukungan dari masyarakat Jakarta sekitar 407.000 dukungan,” kata Aminullah, Sabtu (10/3).

Persyaratan yang harus diserahkan, antara lain, ijazah, surat berkelakuan baik dari kepolisian, surat dukungan dari parpol. Kemudian setelah waktu pendaftaran selesai, KPU Provinsi DKI akan melanjutkan ke proses berikutnya, yaitu penelitian berkas yang akan berlangsung dari tanggal 20 hingga 26 Maret 2012.

Aminullah mengatakan, yang sangat penting untuk dilakukan adalah pengecekan ijazah para calon.

”Semua dokumen yang masuk akan kami teliti satu per satu. Kami akan mengecek kebenaran ijazah pendidikan bakal calon gubernur dan wagub itu. Kami harus yakin apakah benar mereka pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut hingga tuntas. Jangan sampai ada pemalsuan ijazah. Itu sangat penting sekali,” ujarnya.

Setelah penelitian selesai, maka seluruh hasilnya akan diumumkan kepada para calon. Mereka yang dokumennya belum memenuhi syarat akan diberi kesempatan untuk memperbaiki berkas. Begitu juga dengan calon dari jalur perseorangan, akan diberi kesempatan untuk menambah dukungan. Waktu yang diberikan dari 27 Maret hingga 9 April 2012.

Setelah syarat dipenuhi kembali, maka KPU akan melakukan verifikasi tahap II dari 24 April hingga 7 Mei 2012. Hasil akhir verifikasi tahap II ini merupakan hasil final dan tidak ada lagi kesempatan untuk perbaikan. Pengumuman calon gubernur dan wakil gubernur tersebut akan dilakukan pada 10-11 Mei 2012. (ARN/WIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau