Azarenka, juara Australia Terbuka pada Januari 2012, sudah unggul 5-1 di set kedua dalam pertandingan yang berlangsung di Indian Wells Tennis Garden, California, Amerika Serikat. Namun, Barthel segera melancarkan serangan bertubi-tubi.
Petenis putri Jerman yang saat ini berada di peringkat ke-37 dunia itu terus bermain dengan begitu sempurna. Lima kemenangan berturut-turut ia peroleh sebelum akhirnya Azarenka membuat tie break. Namun, Barthel adalah pejuang tangguh. Barthel menaklukkan Azarenka, 7-6.
Tak mau tersingkir lebih awal pada putaran pembuka, Azarenka, petenis Belarus itu, terus tampil ofensif. Kembali terjadi tie break di set ketiga, tetapi Azarenka yang meraih gelar grand slam pertamanya di Australia itu mampu mendominasi.
Barthel harus selesai lebih awal. Azarenka unggul 6-4, 6-7, 7-6 atas petenis berusia 21 tahun itu.
”Ini adalah laga penyelamatan saya,” ujar Azarenka seusai pertandingan.
Menurut Azarenka, ia tidak bermain bagus saat menghadapi Barthel. Karena itu, bagi dia, amat menggembirakan bisa menang dengan permainan yang kurang baik itu. ”Barthel bermain bagus dan permainannya terus meningkat. Pukulan-pukulannya bahkan membuat saya ragu-ragu,” ujar Azarenka.
Namun, bagi Barthel, ketangguhan Azarenka memang harus diakui. ”Dia pemain peringkat satu dunia. Dia terus bertarung untuk meraih poin-poinnya. Azarenka memang berhak atas kemenangan ini,” ujar Barthel.
Pada putaran ketiga, Azarenka akan berhadapan dengan Svetlana Kuznetsova. Petenis Rusia itu melaju ke putaran ketiga setelah lawannya, Timea Bacsinszky (Swiss), harus menghentikan permainan gara-gara cedera di pergelangan tangan.
Masih di bagian putri, petenis wild-card AS, Jamie Hampton, mengalahkan petenis Serbia, Jelena Jankovic, 6-4, 6-3. Hampton akan bertemu Jarmila Gajdosova (Australia) pada putaran ketiga.
Bagi Hampton yang minggu lalu peringkatnya baru bergerak ke peringkat ke-99 dunia, pertemuannya dengan Maria Sharapova pada putaran kedua Australia Terbuka, yang berakhir dengan kekalahan, memberinya banyak pengalaman. Juga kemenangannya atas Polona Hercog, pemain berperingkat ke-38 dunia, pada putaran pertama Australia Terbuka.
Kemenangan dan kekalahan di Australia itu memberinya banyak pengalaman saat berhadapan dengan Jankovic. ”Saya tidak tahu apa yang saya harapkan. Yang jelas, bermain di kandang sendiri amat membantu saya. Itu tidak saya peroleh saat melawan Sharapova di Australia,” ujarnya.
Dari sektor putra yang pada Jumat lalu tidak memainkan pertandingan, pemain peringkat satu dunia Novak Djokovic berusaha tidak sesumbar. Meski saat ini ia peringkat satu dunia, dengan rendah hati Djokovic mengatakan, itu bukan jaminan ia lalu tak terkalahkan.
Bagi Djokovic yang sudah merebut empat dari lima gelar grand slam, ia meyakini keberuntungan itu bisa berubah dengan amat cepat dalam olahraga. ”Saya tidak menganggap diri saya sebagai pemain top dunia yang lalu tak tersentuh, bahkan tak terkalahkan. Namun, saya selalu mencoba mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik saya dalam setiap latihan,” ujar petenis Serbia itu.
Djokovic menuturkan, pemikiran itu ia bangun karena selalu ada tekanan dalam olahraga. ”Selalu ada tekanan dan pengharapan kepada seseorang yang tengah berada di peringkat puncak. Saya harus selalu bersepakat dengan tekanan. Saya memahami itu dan menerimanya sebagai tantangan. Itu cara supaya saya bisa terus membumi dan tetap berkomitmen,” ujarnya.
Itu sebabnya, Djokovic yang saat ini berusia 24 tahun selalu membangun pola pikir positif. Ia harus menyiapkan sebaik mungkin dalam setiap ajang atau turnamen yang ia akan ikuti.
Dengan pemikiran itu, Djokovic mengakui, ia amat bangga dengan konsistensinya dalam setiap pertandingan, terutama dengan capaian yang konsisten. Dari semua turnamen yang ia ikuti pada 2011, ia merebut 70 kemenangan dengan hanya enam kali kekalahan.
”Namun, sukses terbesar saya dan yang paling membanggakan dari pencapaian tahun lalu adalah di Wimbledon. Saya merebut gelar di sana, dan menang di Wimbledon adalah mimpi saya,” ujar Djokovic.
Bagi Djokovic, kembali bertanding ke Indian Wells adalah menyenangkan. ”Selalu baik adanya bisa kembali bermain di tempat yang membuat saya bermain bagus lima tahun lalu hingga sampai final dan merebut dua gelar,” ujarnya.
Sabtu (10/3) siang waktu AS, Djokovic, yang pada awal tahun ini menang atas Rafael Nadal dalam final Australia Terbuka, dijadwalkan bertemu Andrey Golubev, petenis Kazakhstan.