Bantuan dana pendidikan

Penerima Subsidi Siswa Miskin Terus Ditambah

Kompas.com - 12/03/2012, 11:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah penerima Subsidi Siswa Miskin (SSM) terus bertambah. Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto, Senin (12/3/2012), kepada Kompas.com. Dari data terakhir, ada penambahan jumlah sasaran yang mencapai sekitar enam juta penerima.

Suyanto menjelaskan, para penerima SSM adalah mereka warga masyarakat yang juga terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH), sebuah program dari Kementerian Sosial. Untuk jenjang SD, jumlah penerimanya meningkat dari angka 6 juta menjadi 11 juta penerima. Adapun, untuk jenjang SMP meningkat dari dua juta ke angka tiga juta penerima.

"Harus kita tambah terus jumlah penerimanya. Salah satu alasannya sebagai antisipasi kenaikan harga BBM," kata Suyanto.

Seperti diberitakan, pemerintah bertekad menekan angka putus. Salah satu caranya adalah dengan menggelontorkan sejumlah dana melalui SSM. Awalnya, pemerintah membidik 12 persen dari seluruh siswa miskin, tapi sampai saat ini, jumlah penerima SSM secara keseluruhan telah melebihi target semula. Sedikitnya, penerima SSM telah mencapai angka 14 persen dari jumlah siswa miskin secara keseluruhan.

Melalui APBN-Perubahan, pemerintah berencana menambah jumlah penerima dan unit cost setiap siswa. Pada tahun ini pemerintah akan memberikan SSM kepada 23 persen siswa miskin di Indonesia.

Nantinya, melalui APBN-Perubahan unit cost SSM yang diberikan kepada siswa SD menjadi Rp 450 ribu, siswa jenjang SMP menjadi Rp 750 ribu, dan siswa jenjang SMA berkisar di angka Rp 1 juta.

"Syarat menerima PKH itu anaknya harus sekolah. Maka perlu subsidi. SSM ini khususnya kita berikan kepada keluarga yang hampir miskin. Supaya jangan miskin dan tetap bisa membiayai sekolah anaknya," ujar Suyanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau