MERAK, KOMPAS.com- Antrean truk ekspedisi yang hendak menuju ke berbagai daerah di Pulau Sumatera masih menumpuk di dermaga Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, akibat cuaca buruk yang melanda perairan Selat Sunda. "Cuaca buruk di laut Selat Sunda sejak 7 Maret 2012. Hingga kini kapal roll on roll off’ (roro) kesulitan berlayar dan sandar di dermaga," kata Manager Pelaksana Harian PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Didi Yuliansyah, di Merak, Senin (12/3/2012).
Ia mengatakan, antrean truk pada siang hari mulai berkurang dibandingkan pagi hari yang mencapai dua kilometer hingga memadati ruas Jalan Cikuasa Atas Cilegon. Saat ini penumpukan truk hanya di lingkungan parkir dan dermaga 1 sampai IV Pelabuhan Merak.
"Kami targetkan malam nanti bisa terurai dan tidak terjadi penumpukan kendaraan truk," katanya.
Menurut dia, penumpukan truk selama lima hari terakhir akibat belum optimalnya penyeberangan Merak-Bakauheni akibat cuaca buruk di perairan setempat. Selama ini gelombang laut sangat tinggi disertai angin kencang. Jarak pandang juga pendek, sehingga kapal roro kesulitan berlayar dan sandar di dermaga Pelabuhan Merak. Biasanya, kata dia, trip pelayaran 90 sampai 95 per hari, namun kini di bawah 70 trip.
"Kami berharap cuaca di perairan Selat Sunda kembali normal, sehingga penyeberangan Merak-Bakauheni berjalan lancar," katanya.
Menurut dia, untuk penyelamatan masyarakat pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni, kini ASDP berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Serang. Koordinasi itu, kata Didi, guna mengetahui perkembangan cuaca di perairan Selat Sunda.
"Kami mewaspadai gelombang tinggi disertai angin kencang dan munculnya waktu-waktu tertentu di perairan setempat," ujarnya.
Anton, sopir yang hendak menuju Medan, mengaku sejak pagi hari hingga menjelang sore belum menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. "Kami berharap menjelang malam ini juga bisa menyeberang ke Pulau Sumatera," katanya.
Koordinator Unit Analis Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang Ropikoh memprakirakan cuaca ekstrem masih akan terjadi di perairan Banten hingga Mei 2012. "Kami berharap nakhoda kapal roro waspada karena tinggi gelombang Selat Sunda cukup tinggi disertai angin kencang," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang