Furnitur Natural Disukai Orang Asing

Kompas.com - 12/03/2012, 17:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Furnitur dengan konsep natural dan recycle masih menjadi tren kesukaan para buyer dari luar negeri. Nuansa natural tanpa sentuhan amplas sampai pelitur menjadi daya tarik yang memunculkan kesan eksotis.

"Tren furnitur masih lari ke recycle dan natural masih diminati," kata Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Ambar Tjahyono, di Jakarta, Senin (12/3/2012). 

Menurut dia, pemakaian kayu secara natural tanpa amplas sangat diminati. Guratan serat kayu yang timbul membuat tampilan furnitur berkesan alami dan eksotis.

"Itu semua kayu bisa dipakai kalau untuk konsep natural ini. Tidak usah ditambah apa-apa, tapi nanti dikreasikan lewat desain," ujarnya.

Sementara untuk furnitur recycle, diminati karena selain berkonsep hijau, hasilnya juga tak kalah eksotis. Seperti terlihat pada galeri JJ Furniture, yang ikut dalam pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia (Iffina) 2012, beragam furnitur berbahan kayu recycle tampak menarik.

Pada pameran ini, kayu-kayu bekas jendela atau kursi dibeli, kemudian dihaluskan dengan wax. Kayu-kayu itu kemudian disusun ulang menjadi bentuk furnitur baru. Tanpa polesan lainnya, furnitur recycle ini memikat para pembeli dari Eropa dan Amerika.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau