SURABAYA, KOMPAS -
Pada kuarter pertama, permainan kedua tim relatif seimbang. Perolehan poin susul menyusul. Kuarter ini berakhir untuk keunggulan Pelita dengan skor 19-16.
Permainan Pelita kian padu di kuarter kedua. Para pemain bergerak cepat untuk menyerang ataupun bertahan. Mereka begitu agresif sehingga beberapa kali melakukan pelanggaran terhadap pemain Bimasakti.
Tak pelak, perolehan poin Pelita menanjak cepat. Beberapa pemain, seperti Kelly Purwanto, mampu tampil solo dengan membawa bola dari daerah sendiri lalu menyarangkannya di jaring lawan.
Ponsianus Nyoman Indrawan juga bermain cantik. Ia beberapa kali berhasil keluar dari penjagaan sejumlah pemain Bimasakti di bawah jaring sehingga banyak mencetak poin bagi timnya.
Di sisi lain, beberapa pemain Bimasakti tampak kurang berkonsentrasi sehingga bola yang dipegangnya bisa diserobot pemain Pelita. Kuarter kedua ini berakhir dengan skor 46-34 untuk keunggulan Pelita.
Memasuki kuarter ketiga, Pelita semakin mendominasi. Perolehan angka bertambah cepat lewat tembakan dua poin dan tiga poin.
Tim asuhan Rastafari Horongbala ini bahkan sempat meninggalkan lawannya dengan selisih 20 poin.
Di kubu Bimasakti, aksi Yanuar Dwi Priasmoro mampu mengangkat perolehan poin
Pada kuarter terakhir, dominasi Pelita semakin sulit diimbangi oleh Bimasakti. Tim asuhan Eddy Santoso ini akhirnya harus mengakui keunggulan Pelita. Kuarter terakhir ini mengukuhkan kemenangan Pelita dengan skor akhir 84-59.
Pada pertandingan lainnya, CLS Knights Surabaya menang mudah atas lawannya NSH GMC Riau.
Bermain di hadapan pendukungnya, CLS tidak memberi kesempatan kepada lawannya sehingga menang telak dengan skor akhir 78-31.
CLS unggul sejak kuarter pertama yang berakhir 21-2, lalu kuarter kedua dengan 42-14, dan kuarter ketiga, 56-24.