Pinterest Makin Populer, Kini Lewati CNN dan ESPN

Kompas.com - 14/03/2012, 16:17 WIB

KOMPAS.com - Situs Pinterest semakin hari semakin populer dan telah memikat hati banyak orang, bahkan ada yang kecanduan.

Jejaring sosial yang memungkinkan pengguna memajang "papan virtual" online miliknya itu mengalami kenaikan kunjungan yang sangat signifikan.

Buktinya, data dari Alexa.com menunjukan Pinterest saat ini berada di peringkat 16, situs yang paling banyak dikunjungi di Amerika.

Ini berarti, Pinterest telah mengalahkan situs kantor berita CNN dan situs berita olahraga ESPN.

Menurut perusahaan analisis Experian Hitwise, jumlah kunjungan Pinterest pada bulan Februari ini di Amerika Serikat mencapai 103 juta kunjungan. Jumlah kunjungan itu naik 36% dibandingkan bulan Januari lalu.

Experian Hitwise mencatat, pengunjung Pinterest menghabiskan waktu yang cukup lama di situs tersebut. Sehingga, jumlah pengunjung yang betah berlama-lama di Pinterest naik, hingga 21 persen.

Namun, masih banyak juga orang yang mengunjungi Pinterest dengan alasan penasaran. Setelah melihat halaman utama, ada beberapa yang belum kembali lagi.

Pinterest, sejatinya merupakan jejaring sosial yang mengusung konsep sharing papan buletin virtual yang memungkinkan pengguna mengoleksi apa pun yang ia sukai dari website mana pun, untuk dibagikan kepada orang lain.

Pinterest digunakan untuk mengeksplorasi topik gaya hidup, desain, masakan, dekorasi, dan kesehatan.

Menurut sang CEO Ben Silbermann, Pinterest dibuat untuk membantu orang menemukan hal-hal yang mereka tidak tahu, namun sebenarnya mereka membutuhkan hal itu.

Faktanya, lanjut dia, ada banyak orang yang mencoba untuk menginformasikan sesuatu yang Anda inginkan secara visual, melalui billboard, katalog, atau iklan internet.

Nah, Silbermann ingin menyajikan sebuah layanan yang unik di era yang serba real-time, sebagaimana orang sangat terobsesi dengan Twitter.

Kecanduan Pinterest

Pertumbuhan Pinterest, terutama dipicu oleh kaum perempuan, termasuk mereka yang sedang merencanakan untuk menikah. Hal ini diungkapkan Robert Quigley, dosen University of Texas yang fokus pada new media dan multimedia.

"Pertumbuhan Pinterest benar-benar luar biasa. Ini sangat visual, mudah digunakan, dan sederhana," ungkap Quigley.

Hal ini terjadi pada Christina Gomez, yang kecanduan menghias rumah imajiner-nya. Selain itu, ia juga intens mengamati informasi seputar baju anak, kendati ia belum memiliki anak.

Christina hanyalah satu dari sekian banyak orang yang kecanduan Pinterest.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau