KEDIRI, KOMPAS.com — Obat keras jenis Dobel L atau biasa disebut pil koplo masih mendominasi peredaran narkotika di Kota Kediri, Jawa Timur. Dalam kurun tiga bulan tercatat belasan kasus dengan ribuan pil sebagai barang bukti.
Data dari Kepolisian Resor Kediri Kota, pada Januari hingga Maret 2012 ada 14 kasus dengan 23 tersangka. Dari para tersangka itu diamankan sebanyak 32.950 butir pil koplo.
Narkotika jenis sabu menduduki peringkat kedua. Selama Januari hingga Maret 2012, tercatat 4 kasus dengan 6 tersangka. Barang bukti yang diamankan sebanyak 5, 07 gram sabu serta dua klip sisa sabu.
Dan, terakhir adalah psikotropika. Barang bukti yang diamankan sebanyak 40 butir pil Diazepam. "Peredaran narkoba jenis Dobel L memang masih tinggi. Makanya, kita menggandeng beberapa pihak untuk mengendalikan peredarannya," kata Ajun Komisaris Surono, Kasubag Humas Polres Kediri Kota, Kamis (15/3/2012).
Motif para tersangka pengedar pil koplo diduga kuat karena desakan ekonomi. Seperti yang diungkapkan Hasyim (32), salah satu tersangka pengedar pil Dobel L. Pekerjaannya sebagai seorang pengamen dirasa tidak cukup menutupi kebutuhan hidupnya. Hingga akhirnya, warga Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, ini menjadi bandar obat keras jenis Dobel L.
Dalam tiga bulan, ia mengaku mampu menjual 5.000 butir pil koplo. "Bagaimana lagi, saya butuh banyak uang untuk keluarga saya," kata Hasyim saat berada di Mapolres Kediri Kota.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang