Pil Koplo "Favorit" di Kota Kediri

Kompas.com - 15/03/2012, 09:53 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com — Obat keras jenis Dobel L atau biasa disebut pil koplo masih mendominasi peredaran narkotika di Kota Kediri, Jawa Timur. Dalam kurun tiga bulan tercatat belasan kasus dengan ribuan pil sebagai barang bukti.

Data dari Kepolisian Resor Kediri Kota, pada Januari hingga Maret 2012 ada 14 kasus dengan 23 tersangka. Dari para tersangka itu diamankan sebanyak 32.950 butir pil koplo.

Narkotika jenis sabu menduduki peringkat kedua. Selama Januari hingga Maret 2012, tercatat 4 kasus dengan 6 tersangka. Barang bukti yang diamankan sebanyak 5, 07 gram sabu serta dua klip sisa sabu.

Dan, terakhir adalah psikotropika. Barang bukti yang diamankan sebanyak 40 butir pil Diazepam. "Peredaran narkoba jenis Dobel L memang masih tinggi. Makanya, kita menggandeng beberapa pihak untuk mengendalikan peredarannya," kata Ajun Komisaris Surono, Kasubag Humas Polres Kediri Kota, Kamis (15/3/2012).

Motif para tersangka pengedar pil koplo diduga kuat karena desakan ekonomi. Seperti yang diungkapkan Hasyim (32), salah satu tersangka pengedar pil Dobel L. Pekerjaannya sebagai seorang pengamen dirasa tidak cukup menutupi kebutuhan hidupnya. Hingga akhirnya, warga Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, ini menjadi bandar obat keras jenis Dobel L.

Dalam tiga bulan, ia mengaku mampu menjual 5.000 butir pil koplo. "Bagaimana lagi, saya butuh banyak uang untuk keluarga saya," kata Hasyim saat berada di Mapolres Kediri Kota.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau