"Si Gila" Bielsa Makin "Gila" di Bilbao

Kompas.com - 16/03/2012, 16:59 WIB

KOMPAS.com — Athletic Bilbao membuktikan diri bahwa "Los Leones" tak hanya menjadi "Singa" di negeri sendiri. Delapan kali menjuarai La Liga dan terakhir mencapai final Copa del Rey tak membuat sang "Singa" berhenti berburu. Mereka mengejarnya hingga ranah Eropa.

Secara mengejutkan, tim papan tengah asal Spanyol itu berhasil menyingkirkan klub raksasa Inggris, Manchester United dari babak 16 besar Liga Europa. Mereka mengalahkan MU pada leg pertama dan kedua babak 16 besar Liga Europa dengan skor agregat 5-3.

Tak terbantahkan lagi, keberhasilan yang diraih tim ini tentu saja berkat "tangan dingin" dari sang pelatih luar biasa, Marcelo Alberto Bielsa Caldera.

Keberhasilan beruntun Athletic ini membuka mata banyak orang mengenai sosok Bielsa. Bagaimana mungkin, pelatih berjuluk "El Loco" atau "Si Gila" itu membawa tim bermain dengan cara yang luar biasa, sementara klub ini memiliki kebijakan hanya memainkan pemain-pemain berdarah Basque sehingga Bielsa tak bisa membawa pemain yang benar-benar memahami karakter permainannya. Selain itu, Bilbao adalah tim yang tak terbiasa bermain bola-bola pendek dan memenangi penguasaan bola.


"Lebih gila"

Pelatih asal Argentina itu pun membuktikannya saat tim berhadapan dengan MU. Iker Muniain dan kawan-kawan didesak untuk bermain dengan tekanan yang tinggi dan melelahkan, yang sebelumnya membuat dirinya disebut sebagai "Si Gila". Namun, justru dengan cara inilah Bilbao menunjukkan kualitas permainannya di lapangan. Bielsa pun selalu bertindak tegas saat melatih timnya meskipun sedikit berlebihan, tetapi dia mengakuinya.

"Perilaku saya kadang-kadang berlebihan. Mungkin ini hal yang gila, tetapi dengan cara seperti ini membuat Muniain dan rekan lainnya mampu menunjukkan permainan yang terbaik di lapangan," ujar Bielsa seperti dilansir situs resmi UEFA.

Namun, tak ada yang benar-benar tahu seperti apa rasanya ditangani oleh Bielsa hingga akhirnya Muniain mengungkapkan perasaannya. Pemain berusia 19 tahun ini menyebut Bielsa pelatih yang tidak hanya gila, tetapi juga lebih dari pada gila itu sendiri.

"Tidak, dia (Bielsa) tidak hanya gila. Dia lebih gila lagi," ungkap Muniain.


Patut diperhitungkan

Meski tak terlalu dikenal di Eropa, Bielsa telah lama menjadi berita besar di Amerika Selatan. Dia mampu memenangkan penghargaan nasional Old Boys CA Newell dan CA Velez Sarsfield. Meski demikian, Bielsa lama tak menangani sebuah klub. Waktunya selama satu dekade terakhir banyak dihabiskan untuk membesut tim nasional negaranya sendiri, Argentina, dan timnas Cile.

Sebelum menjadi otak permainan dan strategi untuk Athletic Bilbao, klub terakhir yang memakai jasanya adalah Espanyol pada tahun 1998. Dia baru bergabung dengan Athletic Bilbao pada tahun 2011.

Pelatih berusia 56 tahun itu selalu percaya pada kemampuan dirinya dan tim. Bielsa selalu memikirkan cara agar tim dapat memenangkan setiap pertandingan dengan kekuatan fisik dan daya bermain yang kreatif tanpa kehilangan karakter sendiri.

"Saya selalu percaya bahwa bermain dengan baik akan membuat Anda lebih dekat untuk mencapai keberhasilan. Saya tidak pernah berpikir ada cara lain, saya pikir tim harus siap untuk menguasai bola dan memenangkan pertandingan. Membuat upaya fisik yang baik dan membuat pemain menjadi lebih kreatif adalah nilai-nilai yang sangat berharga bagi tim," tuturnya.


Tolak Inter dan Chelsea

Namanya kini dibicarakan oleh banyak orang. Bahkan, namanya mulai diperhitungkan dan diminati oleh klub-klub besar Eropa, mulai dari Inter Milan, Chelsea, hingga tim di satu liga, Barcelona. Dia juga digadang-gadang untuk menggantikan Pep Guardiola musim depan.

Namun, khusus untuk Inter dan Chelsea, Bielsa sudah menolak tawaran tersebut. Pada bulan Juni 2011, Inter gagal mendatangkan Bielsa sebagai pelatih baru mereka.

"Bielsa merupakan satu-satunya pelatih yang menjawab 'tidak'. Sejujurnya, banyak orang yang akan menjawab 'ya' atas tawaran kami. Maka, kami kini sedang memikirkannya," ujar Presiden Inter Milan, Massimo Moratti.

Tidak hanya Inter yang tertarik, Chelsea yang tengah kosong kursi kepelatihan juga berniat meminang Bielsa. Seperti disebut oleh Sunday Mirror, Bielsa merupakan salah satu pelatih yang diinginkan Chelsea untuk menggantikan Andre Villas-Boas yang baru saja dipecat. "The Blues" disebut sudah dua kali mengajak Bielsa bertemu untuk bernegosiasi, tetapi lagi-lagi ditolak oleh Bielsa.

Hingga akhir-akhir ini, rumor beredar bahwa dia akan menggantikan posisi Pep di Barcelona pada musim depan. Pemain terbaik dunia yang juga pemain Barcelona, Lionel Messi, pun berkomentar bahwa Bielsa pantas menjadi pelatih tim berjuluk "Blaugrana" itu. Bahkan, Messi menyebutnya sebagai pelatih yang mirip dengan Pep.

"Sangat mengagumkan bahwa semuanya berjalan dengan baik untuk Bielsa. Saya selalu mengatakan bahwa dia (Bielsa) adalah pelatih yang saya sukai. Banyak yang mengatakan dia sangat mirip dengan Pep," ujar pemain berusia 24 tahun ini.

Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi darinya tentang kabar ini. Saat ini, Bielsa hanya ingin fokus membesut Athletic Bilbao untuk menjuarai Copa del Rey dan Liga Europa musim ini dengan usaha gilanya itu.


Data singkat Marcelo Bielsa

Nama: Marcelo Alberto Bielsa Caldera
TTL: Rosario, Argentina, 21 Juli 1955
Tinggi Badan: 184 cm
Posisi: Pelatih
Klub sekarang: Athletic Bilbao
Tim nasional: Argentina

Karier senior
1977-1978 Newell's Old Boys
1978- 1979 Instituto
1979-1980 Argentino de Roserio

Tim manajer
1990-1992 Newell's Old Boys
1992-1994 Atlas
1995-1995 America
1997-1998 Velex Sarsfield
1998 Espanyol
1998-2004 Argentina
2011-sekarang Athletic Bilbao

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau