Pemungutan Suara Pemilu Presiden Timor Leste Berlangsung Lancar

Kompas.com - 17/03/2012, 19:11 WIB

Proses pemungutan suara pemilu presiden Timor Leste yang baru saja ditutup pada Sabtu (17/3/2012) sore waktu setempat, dilaporkan berlangsung lancar dan tertib.

"Semua berlangsung tertib tanpa ada penyimpangan atau intimidasi," kata Gonclaves Jamie, pengawas sebuah tempat pemungutan suara di sebuah distrik di Dili, seperti dikutip kantor berita AFP.

Beberapa laporan menyebutkan warga yang memiliki hak suara telah memadati tempat pemungutan suara di berbagai wilayah negara itu, sejak Sabtu pagi.

Lebih dari 600.000 dari sekitar 1,1 juta warga Timor Leste terdaftar untuk memilih presiden mereka yang baru.

Ini adalah pemilu presiden kedua sejak negara yang berukuran kecil ini merdeka dari kolonialisme Indonesia pada 2002 lalu.

"Saya ikut mencoblos dan saya yakin negara saya akan makin damai, stabil dan makmur," kata Mateus da Costa, lelaki berusia 54 tahun, kepada kantor berita Reuters.

Walaupun posisi presiden di Timor Leste -- yang menganut sistem parlementer -- tidak berwenang membuat kebijakan, posisi itu dianggap penting sebagai tokoh pemersatu untuk sebuah negara yang masih muda.

Putaran kedua

Sebelum pemilu pertama pada 2007 lalu, Timor Leste diguncang kerusuhan horisontal yang menewaskan sedikitnya 35 orang dan membuat sebagian warganya mengungsi.

Berbagai kalangan menganggap pemilu presiden kali ini penting, karena PBB akan menyudahi tugasnya pada akhir tahun ini, dan menyerahkan tanggungjawab keamanan sepenuhnya kepada otoritas Timor Leste.

Dalam pemilu presiden Timor Leste ini, empat orang tampil sebagai calon terkuat, termasuk mantan komandan gerilya Taur Matan Ruak dan presiden saat ini Jose Ramos Horta.

Dua calon lain yang dianggap kuat adalah presiden partai Fretilin, Fransisco 'Lu Olo' Guterres dan presiden parlemen saat ini, Fernando de Araujo yang biasa dipanggil Lasama.

Lasama berada di tempat ketiga dalam pemilihan presiden putaran pertama tahun 2007 dan memberikan suaranya kepada Ramos Horta pada putaran kedua.

Bila tidak ada calon yang mendapatkan mayoritas dalam pemilu 17 Maret, putaran kedua akan diselenggarakan pertengahan April nanti.

Sejak 1975, Timor Leste diduduki Indonesia hingga digelarnya referendum yang disponsori PBB pada 1999. Tiga tahun kemudian, negara bekas koloni Portugis ini kemudian mendeklarasikan kemerdekaannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau