Makna Dua Kain Kafan Sebelum Kepergian Djuli

Kompas.com - 17/03/2012, 21:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak ada yang menyangka nyawa Djuli Elfano (47), wartawan senior TVRI, justru berakhir di tangan para perampok sepeda motor tepat di depan rumahnya di komplek Villa Bintaro Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Sabtu (17/3/2012) siang.

Djuli yang ketika itu pamit ke anak-anaknya untuk membeli aki tiba-tiba tewas tergeletak di depan rumah setelah memergoki dua pelaku hendak mencuri motornya. Kepergiaan Djuli, sang tulang punggung keluarga, begitu memukul keluarga kecilnya. Djuli meninggalkan satu orang istri bernama Rika Setyawati (42) dan dua orang putra yaitu Jelang Ramadhan (17) dan Kenang Jenaya (14).

Saat jenazah Djuli tiba di kamar jenazah RS Fatmawati, Rika tak henti-hentinya menangis. Sang istri yang baru saja menjalani pengobatan di bagian jantungnya ini terus didampingi kedua anaknya yang lebih memilih diam di samping sang bunda.

Jelang menuturkan keluarga sama sekali tidak memiliki firasat akan kepergian ayahnya. Namun, ada satu pesan terakhir yang diingat keluarga sebelum Djuli berpulang.

"Jadi sekitar dua minggu lalu, bapak baru pulang umroh. Pas pulang umroh dia beli dua lembar kain terus dia bilang ke Mama kalau dia meninggal dia mau pakai kain itu," ujar Jelang di RS Fatmawati, Sabtu (17/3/2012) malam.

Jelang mengenang ayahnya itu sebagai sosok yang tegas dan disiplin. Kendati demikian, Jelang mengaku kerap melontarkan candaan kepada sang ayah. "Yang paling nggak bisa dilupa yah itu saya suka banget becanda sama Papa," ujarnya.

Pemuda yang baru saja lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) ini mengaku ingat pesan terakhir sang ayah. "Dia bilang harus masuk diterima di kampus yang bagus, makanya saya disuruh belajar keras. Kebetulan sekarang saya mau tes masuk untuk kuliah. Papa selalu support apa pun pilihan anaknya selama itu baik," tandas Jelang.

Djuli Elfano, wartawan senior TVRI, ditembak perampok di depan rumahnya di Villa Bintaro Indah, Jombang, Tangerang, Sabtu, sekitar pukul 13.30. Ia memergoki dua orang pria akan merampas sepeda motornya yang diparkir di depan rumah. Pelaku yang panik karena tepergok lantas melepaskan tembakan ke bagian dada kiri dan menyerempet ke ketiak bagian kanan. Djuli roboh berlumuran darah. Dua orang pelaku melarikan diri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau