Korut Akan Undang Pakar dan Wartawan Asing untuk Peluncuran Roket

Kompas.com - 18/03/2012, 00:47 WIB

Korea Utara mengatakan akan mengundang para pakar asing maupun wartawan dalam peluncuran roketnya bulan depan.

Kantor berita resmi KCNA melaporkan peluncuran roket itu direncanakan antara tanggal 12-16 April dan Komite Teknologi Ruang Angkasa akan mengundang para pakar asing yang berpengalaman maupun wartawan asing.

Ditambahkan pula bahwa misi tersebut ditujukan untuk menempatkan sebuah satelit di ruang angkasa guna menandai hari lahir pendiri negara, Kim Il-Sung, yang jatuh pada tanggal 15 April.

Pengumuman tentang peluncuran ini berlangsung hanya 16 hari setelah pemerintah Pyongyang sepakat untuk menunda uji coba rudal jarak jauhnya dengan imbalan bantuan pangan.

Amerika Serikat sudah mengecam rencana peluncuran roket tersebut dan mengancam bahwa langkah itu bisa mempengaruhi bantuan pangan ke Korea Utara.

Korea Utara menegaskan pengiriman satelit ke ruang angkasa merupakan bagian dari riset untuk tujuan damai namun sejumlah pihak meragukannya dan menduga negara itu sedang melaksanakan uji coba rudal secara diam-diam.

Cina ungkapkan kekhawatiran

Kecaman juga datang dari Jepang, Korea Selatan sedangkan Cina -yang merupakan sekutu utama Korea Utara- mengungkapkan kekhawatiran.

Kantor berita resmi Cina, Xinhua, mengutip bahwa Wakil Menteri Luar Negeri, Zhang Zhijun, sudah bertemu dengan Duta Besar Korea Utara untuk menyampaikan kekhawatiran pemerintah Beijing.

Zhang Zhijun juga menyerukan agar semua pihak bersikap tenang dalam menanggapinya.

"Kami sepenuhnya berharap agar semua pihak tenang dan menahan diri serta mencegah eskalasi ketegangan yang bisa mengarah pada situasi yang lebih rumit," tuturnya dalam pernyataan Sabtu 17 Maret.

Sementara itu Kementrian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan bahwa peluncuran roket merupakan pelanggaran nyata atas Resolusi Dewan Keamanan PBB yang ditetapkan pada tahun 2009.

"Ini merupakan provokasi besar yang mengancam perdamaian dan stabilitas semenanjung Korea dan kawasan Asia timur laut," seperti tertulis dalam pernyataannya.

Adapun Jepang sudah mendirikan satuan tugas untuk mengamati situasinya dan bekerja sama dengan Amerika Serikat serta Korea Selatan.

Tahun 2009 Korea Utara melaksanakan uji coba nuklir, yang memicu resolusi DK PBB yang melarang negara itu melaksanakan peluncuran rudal apa pun.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau