Penembak Wartawan TVRI Diduga Komplotan Curanmor

Kompas.com - 19/03/2012, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Subdirektorat Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan wartawan senior TVRI, Djuli Elfano (47).

Djuli tewas ditembak pada Sabtu (17/3/2012) di depan rumahnya, di komplek Villa Bintaro Indah, Ciputat, Tangerang Selatan saat mempertahankan motor yang akan diambil para pelaku.

Polisi menduga pelaku penembakan Djuli termasuk dalam komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini beraksi di Ciputat.

Demikian disampaikan Wakil Direktur Reserse Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Nico Afinta, Senin (19/3/2012), di Mapolda Metro Jaya.

"Dugaannya ke sana karena di wilayah itu di Ciputat memang sudah sangat terkenal rawan pencurian kendaraan bermotor. Bisa jadi termasuk dalam komplotan," ucap Nico.

Namun, Nico masih belum bisa memastikan apakah para pelaku adalah pemain lama atau tidak. Menurutnya, keterangan itu baru bisa didapat setelah para pelaku berhasil dibekuk.

Terkait motif penembakan itu, Nico menyatakan tidak ada indikasi bahwa penembakan itu terkait dengan profesi wartawan yang dijalankan Djuli. "Belum ada, sampai sekarang masih murni curanmor (pencurian kendaraan bermotor)," katanya.

Rawan curanmor

Kawasan Ciputat, kata Nico, memang menjadi perhatian polisi lantaran tingkat kasus curanmornya yang cukup tinggi. Warga di sana bahkan sempat memancing sendiri pelaku pada tanggal 4 Maret 2012 lalu.

Saat itu, warga Ciputat yang merasa di lingkungannya sering kehilangan motor membuat warga Ciputat, Tangerang Selatan, diam-diam mengatur strategi supaya bisa memancing keluar pelaku curanmor.

Pelaku yang tidak tahu tengah dijebak ini pun akhirnya ditangkap warga dan kemudian menjadi bulan-bulanan. Tidak cukup hanya itu, warga juga membakar motor yang dibawa pelaku.

Sebelumnya, kasus pencurian kendaraan bermotor terjadi pada tanggal 13 Februari 2012. Dari tangan pelaku, Ade Iriawan (19), polisi menyita empat unit sepeda motor. Pelaku mengaku setiap bulan kelompoknya rata-rata berhasil merampas 35 unit sepeda motor.

Berdasarkan data yang dihimpun Humas Polda Metro Jaya selama dua bulan terakhir, kasus curanmor tertinggi memang ada di wilayah Tangerang Kabupaten.

Pada bulan Januari 2012, di Tangerang Kabupaten telah terjadi 73 kali kasus curanmor dari total 398 kasus yang diterima Polda Metro Jaya.

Sementara pada bulan Februari 2012, ada 68 kali kasus curanmor dari total 387 kasus di wilayah Polda Metro Jaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau