China Naikkan Lagi Harga BBM-nya

Kompas.com - 20/03/2012, 14:41 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - China untuk kedua kalinya sepanjang tahun ini menaikkan harga BBM, kali ini sekitar 6 persen untuk bensin dan sekitar 7 persen untuk solar, berkenaan dengan terus membumbungnya harga minyak mentah dunia.

Harga minyak terus meroket bersamaan dengan ketegangan yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah, terutama dengan pemasok minyak utama di Iran. Kenaikan harga BBM ini diharapkan akan mampu menstabilkan pasokan BBM dalam negeri serta menutup kerugian yang ditanggung perusahaan penyulingan minyak lokal.

Pengamat mengatakan kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah China kini tak terlalu risau lagi dengan persoalan inflasi.

Khawatir kenaikan harga

Naiknya harga-harga kebutuhan pokok mulai jadi persoalan di China sejak krisis global memaksa pemerintah memulai berlakunya kebijakan paket stimulus. Harga konsumen meroket tertinggi Juli tahun lalu d titik 6,5 persen sebelum akhirnya turun.

Pada bulan Februari, angka inflasi naik 3,4 persen dari tahun sebelumnya, berada dibawah target pemerintah 4 persen. "Ini langkah berani Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional ... kelihatannya inflasi turun cukup tajam akhir-akhir ini, jadi kebijakan ini diambil pada situasi politik yang pas," kata analis Gordon Kwan dari Mirae Asset Management di Hong Kong.

Harga yang meroket, terutama untuk komoditas bahan makanan dan BBM, sebelumnya telah mengakibatkan terjadinya rusuh di sejumlah kota China.

Dibawah aturan sistem harga BBM China, harga BBM untuk pasar lokal bisa diubah bia harga minyak mentah dunia berubah lebih dari 4 persen selama rentang waktu 22 hari.

Keuntungan penyulingan

Peningkatan harga BBM ini lebih tinggi dari perkiraan pasar sebelumnya yang hanya mencapai 3 persen. Harga secara resmi diubah setelah harga minyak mentah dunia melonjak diatas 10 persen Februari.  Harga BBM terakhir dinaikkan pemerintah China Februari lalu antara 3 persen sampai 4 persen.

Setelah kenaikan harga Selasa ini, harga acuan untuk jenis solar menjadi 1,22 dollar AS (atau sekitar Rp 11.200 ) per liter sementara untuk bensin 90 oktan harganya menjadi 1,17 dollar (Rp 10.700) meskipun harga tidak selalu sama di berbagai daerah di China.

Perusahaan penyuling minyak di China telah mendesak diberlakukan kenaikan harga ini untuk mengurangi tingkat kerugian yang mereka derita akibat membumbungnya harga minyak mintah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau