PURBALINGGA, KOMPAS -
Hal itu ditegaskan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didiek Sutomo Triwidodo, Rabu (21/3), di sela-sela pemantauan lokasi perampokan dua toko emas di kompleks Pasar Kejobong, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga.
Seperti diwartakan, komplotan perampok bersenjata api, Selasa (20/3), berhasil menggasak 6 kilogram emas perhiasan senilai Rp 1 miliar dari dua toko emas.
”Dulu pelaku membidik toko emas besar di pusat kota. Namun, mengacu kasus di Kebumen dan Purbalingga, ada kecenderungan perampok mulai menyasar toko emas di kawasan pinggiran.
Selain jauh dari pantauan petugas, toko belum dilengkapi alat pengamanan, seperti teralis dan alat pemantau atau closed circuit television (CCTV),” ujarnya.
Dua toko emas di Pasar Kejobong yang dirampok pada Selasa kemarin terletak 28 kilometer dari pusat Kabupaten Purbalingga. Kawasan tersebut relatif sepi dan berbatasan dengan pegunungan di sisi timur yang menghubungkan Purbalingga dengan Banjarnegara.
Sebelumnya, pada Rabu (7/3) dua toko emas di Pasar Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, juga dirampok. Jarak lokasi kejadian dengan pusat Kabupaten Kebumen sekitar 35 kilometer.
Sementara itu, Muhamad Ali (35), pemilik Toko Mas Adil, menuturkan, perampok menggasak 3 kg emas perhiasan senilai Rp 550 juta lebih dari tokonya. Dia mengakui, perhiasan yang dijual kadarnya 45-50 persen sehingga harganya lebih murah.
”Di toko depan (Toko Mas Nur 2) jenis emas perhiasannya juga sama. Jadi dari sekitar 6 kilogram yang dirampok, total kerugian kami sekitar Rp 1 miliar lebih,” tutur Ali.
Kapolres Purbalingga Ajun komisaris Besar Ferdy Sambo mengatakan, terkait perampokan Toko Mas Nur 2 dan Toko Mas Adil, dari identifikasi kendaraan yang digunakan pelaku adalah Honda Tiger, Yamaha Jupiter, dan Yamaha Vixion.
Untuk senjata api, pelaku perampokan diduga menggunakan pistol rakitan. Ini terlihat dari jenis proyektil peluru yang ditemukan di lokasi.
”Indentifikasi dan pengejaran pelaku akan melibatkan personel dari Polda Jateng, termasuk membuat sketsa wajah pelaku,” ujarnya.