Perampokan toko emas

Pelaku Perampokan Sasar Wilayah Pinggiran

Kompas.com - 22/03/2012, 04:03 WIB

PURBALINGGA, KOMPAS - Kecenderungan perampokan toko emas dengan senjata api di Jawa Tengah saat ini bergeser, dengan menyasar kawasan di pinggiran kota besar. Pola ini dinilai menyulitkan pengawasan petugas kepolisian mengingat jumlah personel keamanan belum memadai.

Hal itu ditegaskan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didiek Sutomo Triwidodo, Rabu (21/3), di sela-sela pemantauan lokasi perampokan dua toko emas di kompleks Pasar Kejobong, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga.

Seperti diwartakan, komplotan perampok bersenjata api, Selasa (20/3), berhasil menggasak 6 kilogram emas perhiasan senilai Rp 1 miliar dari dua toko emas.

”Dulu pelaku membidik toko emas besar di pusat kota. Namun, mengacu kasus di Kebumen dan Purbalingga, ada kecenderungan perampok mulai menyasar toko emas di kawasan pinggiran.

Selain jauh dari pantauan petugas, toko belum dilengkapi alat pengamanan, seperti teralis dan alat pemantau atau closed circuit television (CCTV),” ujarnya.

Dua toko emas di Pasar Kejobong yang dirampok pada Selasa kemarin terletak 28 kilometer dari pusat Kabupaten Purbalingga. Kawasan tersebut relatif sepi dan berbatasan dengan pegunungan di sisi timur yang menghubungkan Purbalingga dengan Banjarnegara.

Sebelumnya, pada Rabu (7/3) dua toko emas di Pasar Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, juga dirampok. Jarak lokasi kejadian dengan pusat Kabupaten Kebumen sekitar 35 kilometer.

Lebih murah

Sementara itu, Muhamad Ali (35), pemilik Toko Mas Adil, menuturkan, perampok menggasak 3 kg emas perhiasan senilai Rp 550 juta lebih dari tokonya. Dia mengakui, perhiasan yang dijual kadarnya 45-50 persen sehingga harganya lebih murah.

”Di toko depan (Toko Mas Nur 2) jenis emas perhiasannya juga sama. Jadi dari sekitar 6 kilogram yang dirampok, total kerugian kami sekitar Rp 1 miliar lebih,” tutur Ali.

Kapolres Purbalingga Ajun komisaris Besar Ferdy Sambo mengatakan, terkait perampokan Toko Mas Nur 2 dan Toko Mas Adil, dari identifikasi kendaraan yang digunakan pelaku adalah Honda Tiger, Yamaha Jupiter, dan Yamaha Vixion.

Untuk senjata api, pelaku perampokan diduga menggunakan pistol rakitan. Ini terlihat dari jenis proyektil peluru yang ditemukan di lokasi.

”Indentifikasi dan pengejaran pelaku akan melibatkan personel dari Polda Jateng, termasuk membuat sketsa wajah pelaku,” ujarnya. (GRES)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau