Sepak bola

Mitra Kukar Tumbang di Kandang

Kompas.com - 22/03/2012, 05:08 WIB

TENGGARONG SEBERANG, KOMPAS - Mitra Kutai Kartanegara tumbang di kandang saat melawan Persidafon Dafonsoro 0-1 saat laga Liga Super Indonesia di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (21/3). Ferinando Pahabol menjadi mimpi buruk bagi Mitra Kukar lewat golnya pada menit ke-54.

Manajer Persidafon Dafonsoro Iwan Nazaruddin tidak menduga timnya dapat menuai kemenangan di kandang Mitra Kukar karena bertanding tanpa diperkuat lima pemain inti, termasuk Patrick Wanggai, Izaak Wanggai, Izaak Ogoai, Fernando Cirelli, dan Zico.

”Mungkin karena pemain lapis kedua kami yang turun, mereka jadi termotivasi. Mitra Kukar terbebani untuk menang, sedangkan kami bermain tanpa beban,” ujar Iwan.

Sejak awal babak pertama, Mitra Kukar menguasai pertandingan dengan memanfaatkan kekuatan lini tengah dan depan. Banyak peluang tercipta, tetapi gagal dimanfaatkan para penyerang Mitra Kukar, termasuk Marcus Bent, yang pernah bermain di Liga Primer Inggris.

Strategi bertahan Persidafon berhasil membuat stres para penyerang tim berjuluk ”Naga Mekes” ini. Serangan Mitra Kukar kerap kali kandas karena jeleknya penyelesaian dan permainan gemilang kiper Selsius Gebze.

Terlalu fokus untuk mencetak gol, Mitra Kukar malah kebobolan. Penyerang bertubuh mungil Persidafon, Ferinando Pahabol, mencetak gol pada menit ke-54 lewat aksi individunya sebelum menendang bola melewati kiper Joyce Sorongan. Gol itu buah serangan balik nan cepat.

Setelah ketinggalan, Mitra Kukar terus meningkatkan tekanan. Beberapa kali gawang Persidafon terancam, seperti lewat tendangan keras Marcus Bent pada menit ke-56 yang berhasil ditepis Gebze dan tendangan bebas Nemanja Obric yang melambung di atas mistar. Keunggulan 1-0 ini akhirnya bertahan hingga peluit berbunyi dan laga bubar.

Pelatih Mitra Kukar Simon McMenemy mengaku kecewa dengan kekalahan di kandang ini. Para pemain Mitra Kukar sejak awal pertandingan gagal menembus Persidafon yang bermain bertahan.

”Kami memiliki banyak peluang, tetapi gagal mengeksekusi. Sangat sulit menerima hasil ini. Jelas keberuntungan bukan di pihak kami,” ujar Simon.

Arbitrase PSSI

Sesudah menggelar kongres luar biasa, pengurus PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) menyerahkan hasil KLB kepada KONI Pusat. La Nyalla Mattalitti meminta KONI memverifikasi keabsahan KLB yang digelarnya.

La Nyalla mengklaim PSSI bentukannya adalah PSSI yang sah. Namun, La Nyalla menyerahkan kepada KONI untuk menentukan keabsahannya.

Ketua KONI Tono Suratman mengatakan, pihaknya menyerahkan konflik PSSI kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) untuk memverifikasi keabsahan KLB PSSI versi KPSI. BAORI juga diharapkan dapat menyelesaikan konflik antara PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan PSSI versi KPSI.

PSSI juga akan memanggil pengurus PSSI yang dipimpin Djohar Arifin untuk membicarakan penyelesaian masalah ini. Djohar diharapkan memenuhi panggilan KONI, induk olahraga di Indonesia.

Namun, saat ditanya apakah KONI akan memberikan legitimasi pada salah satu PSSI yang dimenangi BAORI, Tono tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. (ILO/ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau