Warga Tewas Diganjar 50.000 Dollar AS

Kompas.com - 26/03/2012, 07:45 WIB

KANDAHAR, KOMPAS.com - Amerika Serikat memberi uang 50.000 dollar AS untuk setiap warga Afganistan yang tewas akibat tembakan seorang tentara AS. Para anggota keluarga korban tewas telah menerima uang itu pada hari Sabtu (24/3), di kantor gubernur Kandahar.

Hal itu dikatakan anggota Dewan Provinsi Kandahar, Agha Lalai. Namun, bagi korban yang cedera jumlah kompensasi adalah 11.000 dollar AS.

Pemimpin komunitas setempat, Jan Agha, mengonfirmasikan jumlah kompensasi itu. ”Mereka (AS) mengatakan uang itu berasal dari Presiden AS Barack Obama,” kata Lalai.

Sersan Staf Robert Bales dituduh melakukan penembakan sporadis ke sejumlah rumah penduduk di tempatnya bertugas. Dia mendatangi rumah-rumah penduduk, lalu melakukan penembakan sporadis pada 11 Maret lalu.

Tentara AS berusia 38 tahun itu menewaskan empat pria, empat perempuan, dua anak lelaki, dan tujuh anak perempuan.

Taliban mengancam

Keberadaan pasukan Barat dan AS di Afganistan tidak pernah nyaman. Pada hari Minggu, pihak Taliban juga mengancam parlemen Pakistan. Hal itu dinyatakan karena Taliban tidak suka dengan akses yang dimiliki pasukan AS untuk pemberangusan kubu Taliban di Afganistan.

Pihak Taliban mengancam nyawa setiap anggota keluarga parlemen seandainya mereka memberi persetujuan soal fasilitas logistik pasukan Barat dan AS, yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Pakistan menutup penyebaran ke Afganistan pada November 2011. Ini dilakukan karena serangan pasukan NATO yang menewaskan 24 tentara Pakistan. Parlemen Pakistan akan bertemu pada hari Senin (26/3) untuk membahas pembukaan perbatasan. (AP/AFP/MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau