Demo bbm di medan

Penumpang Tertahan di Bandara Polonia

Kompas.com - 26/03/2012, 20:16 WIB

MEDAN, KOMPAS.com- Selain menghalangi penumpang yang hendak terbang, unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak di Bandara Polonia Medan juga menghambat penumpang yang hendak pulang dari bandara, Senin (26/3/2012). Puluhan penumpang terpaksa harus menunggu hingga tiga jam di dalam bandara.

Puluhan penumpang tersebut terlihat duduk-duduk di atas mesin pemeriksaan barang dan di atas troli. Sebagian dari mereka menghubungi keluarganya untuk bersabar karena tidak bisa keluar bandara.

"Lagi ada demo besar-besaran, kami tidak bisa keluar. Sabar saja, tunggu di rumah," kata seorang penumpang.

Syamsuddin, yang baru mendarat setelah terbang dari Penang, Malaysia,  mengatakan, dia terganggu dengan adanya unjuk rasa tersebut karena terhalang untuk pulang. "Katanya kami harus menunggu sampai dua atau tiga jam lagi," ujarnya.

Saat itu, pintu masuk dan keluar bandara dijaga ketat oleh ratusan polisi dan tentara. Pintu-pintu itu juga dibentengi kawat berduri. Tak ada kendaraan bermotor yang bisa masuk atau keluar.  

Sementara itu, sekitar 16.000 orang dari Kongres Rakyat Sumatera Utara berunjuk rasa di Bandara Polonia Medan. Mereka menuntut pembatalan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. Pengunjuk rasa baru bubar pada pukul 17.00.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau