Kesehatan pemain

Mulai Pulih, Muamba Tonton Rekan-Rekannya di Televisi

Kompas.com - 27/03/2012, 03:30 WIB

London, Senin - Setelah dirawat selama 10 hari, kondisi kesehatan pemain Bolton Wanderers, Fabrice Muamba, membaik. Bahkan, Muamba dapat menyaksikan rekan-rekannya bertanding melawan Blackburn Rovers, Minggu (25/3).

Dalam pernyataan bersama London Chest Hospital dan tim Bolton Wanderers, Senin (26/3), Muamba dinyatakan masih dalam kondisi serius tetapi stabil. Pemain berusia 23 tahun itu mampu duduk di tempat tidur selama beberapa menit, menonton televisi, dan mulai makan.

”Kondisi Muamba terus membaik, tetapi harus dipantau secara intensif oleh petugas rumah sakit. Atas permintaan keluarga, Muamba belum diizinkan menerima pengunjung, kecuali dari keluarga dan anggota tim Bolton Wanderers. Dia memerlukan banyak istirahat,” kata juru bicara rumah sakit.

Muamba jatuh pingsan saat timnya melawan Tottenham Hotspurs di perempat final Piala FA, Sabtu (17/3). Saat itu, jantung Muamba berhenti berdetak selama 78 menit, tetapi dapat hidup kembali karena mendapat pertolongan yang cepat dan tepat dari pihak medis.

Manajer Bolton Wanderers Owen Coyle mengatakan, karena kondisinya membaik, Muamba sempat menonton pertandingan antara Bolton dan Blackburn pada Minggu pagi. Pertandingan itu adalah pertandingan pertama bagi Bolton setelah Muamba mengalami serangan jantung.

Namun, mantan gelandang tim U-21 Inggris itu tertidur ketika pertandingan masih dalam skor 2-0 untuk kemenangan Bolton. Pada akhir pertandingan, Bolton menang 2-1.

”Saya tidak tahu apakah Muamba berpikir kami menang 2-0. Namun, saya gembira dia mulai pulih sedikit demi sedikit meski- pun dia membutuhkan waktu lama untuk pulih,” kata Coyle.

Coyle mengatakan, pihaknya menerima ucapan simpati dari seluruh dunia. Muamba dan tim Bolton berterima kasih atas semua dukungan itu. Tim Bolton masih terus bertanding dan berusaha merebut Piala FA sambil mendukung Muamba agar segera sembuh.

Serangan jantung yang dialami Muamba pada menit ke-41 di Stadion White Hart Lane membuat pertandingan dihentikan. Pertandingan itu digelar ulang pada Selasa (27/3) di stadion yang sama.

”Di pertandingan ulang, kami akan bermain sebaik-baiknya untuk menghormati pada pendukung Spurs. Ketika Muamba terjatuh, mereka menunjukkan sim- pati luar biasa bagi Muamba,” kata Coyle.

Di sisi lain, Manajer Spurs Harry Redknapp gembira dengan kabar mengenai kondisi Muamba yang mulai pulih. Menurut dia, ia semula tidak yakin Muamba akan bertahan hidup sampai esok hari saat melihat sosoknya digotong menuju terowongan keluar lapangan.

”Kami semua senang mengetahui kondisinya sekarang. Luar biasa, dia dapat bertahan hidup setelah jantungnya berhenti begitu lama,” kata Redknapp.

Penelitian FIFA

Redknapp mengatakan, timnya akan tampil sepenuh hati untuk melawan Bolton di laga ulang itu. Pemenang pertandingan itu akan menghadapi Chelsea di semifinal.

Kasus Muamba membuat FIFA memperluas penelitian mengenai kasus serangan jantung yang menimpa pemain sepak bola. Penelitian itu penting untuk mengetahui kondisi yang memicunya di lapangan.

Kepala Bagian Medis FIFA Jiri Dvorak mengatakan, FIFA mengundang semua dokter tim nasional untuk menambah basis data kasus serangan jantung terhadap pemain sepak bola di seluruh dunia. Mereka diundang hadir dalam konferensi pada 24-25 Mei di Budapest, Hongaria. (AP/AFP/ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau