Ktt arab

Emir Kuwait Mendarat Pertama Kali di Irak

Kompas.com - 29/03/2012, 02:20 WIB

KUWAIT CITY, RABU - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Rabu (28/3), di Kuwait City, Kuwait, memuji Emir negara kaya minyak itu. Ini dikarenakan pemimpin negara itu, yang pernah diinvasi Irak pada era Saddam Hussein, akan turut menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab di Baghdad, Irak, Kamis (29/3).

Ini juga sekaligus menjadi pertanda perbaikan hubungan Irak dan Kuwait, yang pernah membuat AS balik menginvasi Irak tahun 1990. Ini sehubungan dengan perlindungan oleh AS terhadap Kuwait, yang menghadapi ancaman dari Irak.

Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, mendarat di Baghdad, Kamis. Ini adalah kunjungan pertama seorang kepala negara Kuwait di Baghdad sejak invasi Irak ke Kuwait pada Agustus 1990.

Sebaliknya, Sekjen PBB juga berharap sisi Irak memberikan sambutan positif kepada Emir Kuwait. ”Saya meminta Irak memenuhi kewajibannya soal Kuwait, terkait orang yang hilang, kekayaan properti Kuwait, kompensasi, sekaligus penentuan tegas soal perbatasan,” kata Ban Ki-moon.

Saat diinvasi pada tahun 1990, banyak warga Kuwait yang tewas dan juga banyak terjadi kerusakan properti.

Tak wajib

Hal unik lain dari pertemuan ini adalah kehadiran Presiden Sudan Omar al-Bashir pada KTT Liga Arab. Presiden Sudan telah dinyatakan sebagai orang yang dicari oleh Mahkamah Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC) tahun 2009. Ini terkait dengan tuduhan pembantaian warga Sudan selatan, yang sudah memisahkan diri.

Namun, Presiden Sudan tetap menisbikan keinginan ICC soal penangkapannya untuk diadili di Den Haag, Belanda, atas semua kejahatan yang dituduhkan. ”Presiden Bashir telah meninggalkan Khartoum menuju Baghdad, memimpin delegasi negara ke KTT Liga Arab,” demikian Radio Omdurman, milik negara Sudan, Rabu (28/3).

Presiden Irak Jalal Talabani sudah mengumumkan pada hari Minggu lalu bahwa pemimpin Sudan turut menghadiri KTT. Irak bukan termasuk negara yang meratifikasi Rome Statute, yang menjadi dasar berdirinya ICC. Dengan demikian, Irak tidak berkewajiban menyerahkan Presiden Sudah ke ICC.

KTT Liga Arab beranggotakan 22 negara itu juga bertemu pertama di Baghdad, sejak 1990.

Soal Suriah

Dalam pertemuan pendahuluan Liga Arab, khususnya tingkat menteri, pembantaian terhadap aktivis di Suriah menjadi topik pembahasan. Namun, para anggota Liga Arab tidak sependapat soal isu Suriah. Intinya, Liga Arab meminta Suriah menghentikan pembantaian terhadap para aktivis.

Namun, sejak dini Suriah sudah mengatakan tidak akan peduli dengan tekanan dan suara dari Liga Arab, di mana Suriah juga menjadi anggota. Jubir Kementerian Luar Negeri Suriah, Jihad Makdessi, mengatakan, Suriah tidak akan terikat dengan apa pun yang akan diputuskan oleh 22 negara anggota. Sementara itu dalam perkembangan di Suriah, sebanyak 40 aktivis demokrasi diberitakan tewas di tangan aparat pemerintah dalam awal pekan ini saja.

(AP/AFP/REUTERS/MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau