Alex Klaim Koalisi Solid

Kompas.com - 29/03/2012, 03:18 WIB

Jakarta, Kompas - Calon gubernur DKI Jakarta Alex Noerdin yang berpasangan dengan Nono Sampono memastikan koalisi partai yang mendukung pencalonannya tetap solid. Dia juga memastikan partai-partai tersebut memberi dukungan penuh, bukan sekadar ”gerbong kosong”.

”Ada tiga partai besar dan 21 partai non-seat yang mendukung kami,” ujar Alex seusai bersilaturahim dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (28/3).

Tiga partai yang memiliki kursi di DPRD DKI Jakarta yang mendukung pasangan Alex-Nono adalah Partai Golkar, Partai Damai Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Alex juga menegaskan, persoalan dukungan calon gubernur-wakil gubernur di level partai ini sudah terselesaikan di Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Hal ini dikarenakan partai yang sudah mendaftarkan dukungan ke KPU DKI Jakarta tidak boleh menarik dukungan. ”Dukungan ini mengikat sampai akhir,” katanya.

Dia juga memastikan partai pendukungnya bukan sekadar gerbong kosong”.

”Tidak ada itu gerbong kosong. Penumpangnya bahkan sampai duduk di atap,” ujarnya.

Silaturahim dengan PBNU

Terkait kunjungannya kepada PBNU, menurut Alex, hal itu dimaksudkan untuk silaturahim. Hal senada ditegaskan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

”Kunjungan ini bukan pembicaraan politik. Kami juga tidak memberikan dukungan karena PBNU bukan organisasi politik. Kami hanya mendoakan pasangan ini,” ujarnya.

Hingga kemarin, Said mengatakan baru pasangan Alex-Nono yang bersilaturahim dengan PBNU. Pihaknya tidak menutup diri jika ada pasangan lain yang berkunjung ke kantor mereka untuk bersilaturahim.

Dalam kesempatan itu, Alex-Nono juga memaparkan sejumlah rencana kerja mereka jika terpilih menjadi gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta. Salah satu program unggulan mereka adalah menyediakan layanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi warga Jakarta mulai sehari setelah pelantikan.

Alex-Nono juga berjanji akan menciptakan Jakarta yang aman pada tahun pertama masa jabatan mereka kelak.

Solusi instan

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang mencalonkan diri kembali berpasangan dengan Nachrowi Ramli melontarkan kritik terhadap kandidat lain yang mengklaim mampu mengatasi kemacetan di Jakarta dalam waktu singkat.

”Tidak ada solusi instan,” katanya dalam peluncuran angkutan perbatasan terintegrasi bus transjakarta di pangkalan bus PT Hiba Utama, Cakung, Jakarta Timur. Dalam penilaian Fauzi, yang akrab disapa Foke itu, kemacetan hanya bisa diatasi dengan memaksimalkan angkutan umum.

Fauzi sempat ditanya soal maraknya spanduk dukungan terhadap dirinya dan Nachrowi, tetapi dia tidak menanggapi pertanyaan itu. (ART/BRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau