Lamongan, Kompas -
Dengan hasil imbang tersebut, Persipura mengumpulkan 35 poin, sedangkan Sriwijaya FC 36 poin. Pelatih Persipura Jacksen F Tiago menyatakan, sebelum pertandingan, ia menginstruksikan pemain mengejar tiga poin. Namun, meraih satu poin sudah luar biasa.
Menurut Jacksen, pertandingan berjalan menarik dan menghibur. Ia puas dengan kinerja pemainnya. ”Persela punya Gustavo Lopez dan Mario Costas. Mereka lebih memperkuat lini belakang. Kami sekali waktu mampu memberi tekanan dan punya peluang mencipta gol,” katanya.
Pelatih Persela Miroslav Janu menyayangkan pertandingan berakhir seri karena detik-detik terakhir timnya nyaris membuat gol. Bahkan, bola sudah berada di belakang garis gawang.
”Kami dua kali berturut-turut menghadapi tim kuat papan atas. Setelah dengan Persiwa seri 2-2, kini seri 0-0 dengan Persipura yang kualitas kemampuan pemainnya merata,” ujar Janu.
Dalam paruh musim kedua nanti, Persela akan memperbaiki permainan. Rencananya Persela akan menambah dua pemain asing dan lokal untuk posisi gelandang dan stoper.
Di ajang Piala Indonesia, gol mantan pemain tim nasional Kurniawan Dwi Yulianto menyelamatkan PPSM Magelang dari kekalahan pada laga putaran pertama Piala Indonesia 2012 di Stadion Krida, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Berkat gol itu PPSM Magelang mengimbangi PSIR Rembang 2-2.
Kurniawan yang masuk menggantikan Tinton S, menit ke-65, mencetak gol menjelang bubaran pada menit ke-86. Pemain bernomor punggung 10 itu berlari cepat menyerobot umpan panjang dari lini tengah dan menaklukkan kiper PSIR, Nanda Pradana.
Gol tersebut menambah pundi-pundi gol PPSM yang sebelumnya dibukukan oleh Luki Nur pada menit ke-10. Gol tersebut sekaligus membubarkan impian tuan rumah memenangi laga putaran pertama Piala Indonesia 2012.
Sebelumnya PSIR unggul melalui penyerang asal Kamerun, Christian Lenglolo, pada menit ke-43 dan ke-57. Tim berjuluk ”Laskar Dampoawang” yang mendominasi permainan selama babak kedua itu terlalu fokus menyerang sehingga lengah di bagian pertahanan.
”Itulah sepak bola. Kami lengah dan kurang konsentrasi mempertahankan lini belakang sehingga kecolongan pada menit-menit terakhir,” kata Pelatih PSIR Rembang Harianto.
Menurut dia, hasil imbang itu menjadi beban bagi PSIR pada putaran kedua di kandang PPSM. Pada laga yang akan berlangsung tanggal 4 April nanti, PSIR mau tidak mau harus mencuri poin di kandang PPSM.
”Kami akan evaluasi hasil ini. Pada pertandingan putaran kedua nanti, kami akan memperkuat lini belakang,” ujar Harianto.