Pada pertandingan Rabu (28/3) atau Kamis dini hari WIB, striker Mario Gomez membuka kemenangan ”Die Roten” lewat gol pada menit ke-44, gol yang membuat penyerang tim nasional Jerman itu mengoleksi 11 gol atau terpaut satu gol dari bintang Barcelona, Lionel Messi. Arjen Robben menggandakan kemenangan itu pada menit ke-66.
Namun, kemenangan di Stadion Velodrome itu harus dibayar dengan jatuhnya lima kartu kuning, satu di antaranya menyebabkan gelandang Bastian Schweinsteiger harus absen pada laga putaran kedua di Muenchen, Selasa (3/4).
Akibat hujan kartu itu, Pelatih Bayern Jupp Heynckes dihantui rasa waswas mengingat tujuh pemain terancam absen pada semifinal—dengan asumsi mereka diperkirakan tidak kalah dari Marseille, Selasa depan—dengan lawan yang hampir bisa dipastikan Real Madrid.
Madrid di atas kertas juga lolos ke semifinal setelah menekuk tim Siprus, APOEL Nicosia, 3-0, Selasa lalu. Tim asuhan Pelatih Jose Mourinho itu bakal ganti menjamu APOEL pada Rabu depan.
Ketujuh pemain bakal terkena skors jika kembali mengantongi kartu kuning, yakni
Philipp Lahm, Toni Kroos, David Alaba, dan Anatolyi Tymoshuk yang diganjar kartu kuning di Marseille. Dua pemain lain yang sebelumnya mengantongi satu kartu kuning adalah Jerome Boateng dan Thomas Mueller. ”Saya senang, tetapi tidak gembira dengan lima kartu kuning yang kami terima. Itu terlalu banyak,” kata Heynckes.
”Saya lebih khusus lagi tidak senang dengan (kartu kuning) yang dijatuhkan kepada Bastian. Bastian baru sembuh dari cedera dan dia butuh bermain,” kata Heynckes soal pemain berjuluk ”Schweini” itu. ”Dia seharusnya bisa menghabiskan banyak waktu di lapangan pada laga putaran kedua karena dia butuh untuk turun berlaga.”
”Saya sudah berbicara kepadanya, dia tahu tidak apa gunanya diganjar kartu kuning seperti itu.” Selain masalah hujan kartu tersebut, tak banyak hal lain yang dikeluhkan Heynckes. Bahkan, sudah sepantasnya pujian diberikan atas penampilan luar biasa Robben, yang memberi asis kepada Gomez, dan pencetak gol kedua timnya.
Rekannya, Franck Ribery, tidak dalam bentuk permainan terbaik. Diperkirakan, hal itu tidak lepas dari cemoohan suporter Marseille yang terus bergaung. Ribery adalah mantan pemain Marseille yang hengkang dari klub itu dan hijrah ke Bayern pada 2007.
”Saya sangat bergembira kami bisa menang tandang ke sini. Tak akan mudah tampil lagi di sini, tetapi saya bisa memahami,” kata Ribery. Gelandang tim Perancis ini bukan hanya satu-satunya sorotan suporter Marseille.
Mereka juga menyoroti pemain klubnya, tetapi dengan menggelar aksi diam atas penampilan Mathieu Valbuena yang jarang mengancam gawang Bayern. Tim polesan Pelatih Didier Deschamps itu tidak tampil dengan kekuatan penuh, misalnya absennya kiper Steve Mandanda.
”Kami masih punya kesempatan meski itu sangat tipis,” kata Deschamps dalam jumpa pers. ”Kami punya waktu sepekan untuk beristirahat dan memulihkan diri. Kendati seperti terjadi (malam ini), kami masih akan menjalani satu partai perempat final di stadion hebat. Kami akan tampilkan yang terbaik.”
Protes Barcelona
Sementara itu, Barcelona melayangkan protes kepada Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) terkait kondisi lapangan Stadion San Siro, tempat mereka ditahan seri 0-0 oleh tuan rumah AC Milan. Kondisi lapangan yang juga digunakan bersama Inter Milan itu membuat frustrasi para pemain Barcelona yang kerap tergelincir, tak terkecuali Messi.
”(Barcelona) Menyampaikan persoalan ini melalui delegasi UEFA Mikalai Varabyov dalam pertemuan seusai laga,” sebut Barcelona lewat situs resminya. ”Varabyov memasukkan protes itu dalam laporan tertulisnya dan UEFA akan meminta penjelasan klub Italia (soal tersebut).”
Wakil Presiden AC Milan Adriano Galliani mengakui, permukaan rumput lapangan San Siro sudah harus diganti dengan rumput yang baru. Ia berjanji akan membahasnya dengan Inter.