Seleksi calon mahasiswa

SNMPTN Jalur Undangan Bakal Digratiskan

Kompas.com - 30/03/2012, 20:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemerintah bakal menggratiskan biaya pendaftaran semua peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mulai tahun 2013. Namun, tanggungan pemerintah tersebut terbatas untuk peserta yang ikut dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur undangan.

Peserta yang masuk lewat SNMPTN jalur undangan membayar biaya formulir senilai Rp 175.000. Namun peserta harus direkomendasikan sekolah.

Adapun SNMPTN lewat jalur tulis terbuka untuk umum. Biaya formulir pendaftaran untuk Program IPA/IPS Rp 150.000, yang program campuran Rp 175.000, serta tambahan uang tes keterampilan untuk program studi tertentu sebesar Rp 150.000.

"Tidak semua orang kan harus masuk ke perguruan tinggi. Pemerintah menanggung yang lewat jalur undangan, yang memang siswa-siswa berprestasi," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Djoko Santoso, Jumat (30/3/2012) di Jakarta.

Menurut Djoko, 60 persen seleksi nasional lewat SNMPTN jalur undangan dan tulis, pada tahun 2013 diubah semuanya menjadi jalur undangan saja. Adapun 40 persen sisanya menjadi hak setiap PTN untuk melakukan seleksi mahasiswa baru.

Pada SNMPTN jalur undangan ini, peserta dinilai dari nilai raport kelas 1-3 dan nilai ujian nasional (UN). Jadi, terjadi integrasi UN sebagai penilaian masuk PTN. "Ini sudah disepakati bersama Majelis Rektor PTN," ujar Djoko.

Pada tahun 2011 tercatat 773.976 peserta SNMPTN yang memperebutkan 165.715 kursi di 60 PTN. Peserta yang ikut di jalur SNMPTN undangan berjumlah 232.948 orang dan di jalur tulis 540.928 orang.

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, meskipun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi itu pilihan setiap individu, negara tetap mengembangkan kebijakan untuk menjamin akses kuliah bagi semua anak bangsa. "Sebagai bukti jika persamaan untuk akses kuliah terbuka bagi semua anak, biaya pendaftaran SNMPTN mulai tahun 2013 gratis," kata Nuh.

Menurut anggota Komisi X DPR Dedi S Gumilar, Komisi X mendukung supaya PTN semakin terjangkau yang dimuali dari negara menggratiskan biaya pendaftaran. "Ini lebih kepada meminta komitmen negara untuk bertanggung jawab dalam pendidikan generasi masa depan bangsa," kata Dedi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau