Barca Sadari Ancaman Milan

Kompas.com - 03/04/2012, 02:56 WIB

BARCELONA, SENIN - ”Orang-orang Italia tidak bisa mengalahkan Anda, tetapi Anda bisa kalah dari mereka,” kata Johan Cruyff, legenda Belanda. Hal itu harus dicamkan Barcelona jika tak mau terdepak dari Liga Champions saat menjamu AC Milan pada perempat final kedua di Nou Camp, Selasa (3/4).

Mengingat kedua tim bermain 0-0 di Milan, pekan lalu, laga Rabu dini hari WIB nanti itu memberi beban lebih besar kepada Barcelona daripada tim tamu, AC Milan. Barcelona harus menang, sedangkan Milan bisa lolos jika bisa mencetak gol meski skor seri.

Dalam konteks itu, sangat relevan bagi tim asuhan Pelatih Pep Guardiola untuk meresapi salah satu ucapan terkenal legenda sepak bola Belanda yang juga mahaguru mereka, Johan Cruyff, seperti dikutip di atas.

”Anda harus selalu memastikan bahwa Anda mencetak satu gol lebih banyak daripada lawan Anda,” demikian ucapan terkenal Cruyff lain yang kerap diistilahkan dengan ”Cruyffism” atau cara pandang ala Cruyff.

Guardiola sadar betul ancaman yang menghadang di depan timnya. Pekan lalu, setelah tertahan 0-0 di Milan, ia pun mencanangkan bahwa mencetak satu gol di Nou Camp belum cukup. Barcelona harus memiliki cadangan setidaknya dua gol untuk mengamankan situasi.

Jika hanya mencetak satu gol, Milan dapat membalas satu gol kapan saja—apakah saat injury time babak pertama, awal babak kedua, atau menit-menit akhir menjelang bubar—dan itu menjadi bencana Barcelona.

”Kami mungkin mendominasi (laga), tetapi Anda tidak pernah bisa yakin karena kapan saja mereka (Milan) bisa menyerang balik,” kata Pedro Rodriguez, penyerang Barcelona. ”Laga ini bakal sangat sulit. Mereka tak akan membuat Anda mudah dan kami harus memainkan laga hebat.”

Memori Inter Milan

Barcelona mengalami situasi pahit melawan klub Italia, Inter Milan, di semifinal Liga Champions 2009/2010. Mereka kalah 1-3 di Milan pada putaran pertama dan hanya menang 1-0 di Nou Camp pada putaran kedua. Kegagalan mencetak dua gol yang dibutuhkan untuk lolos ke final membuat Barcelona tersingkir.

Barcelona selalu tidak nyaman jika berhadapan dengan tim-tim yang tangguh dan alot bertahan, seperti yang diperagakan Milan, pekan lalu. ”Bilbao tak bertahan, mereka mendatangi Anda. Hal itu sangat bertolak belakang dari Milan, seperti (perbedaan) siang dan malam,” kata Guardiola seusai memukul Athletic Bilbao 2-0 di Liga Spanyol, Sabtu lalu.

Tidak ada cara lain bagi tuan rumah kecuali mencari strategi menembus ketatnya pertahanan tim Massimiliano Allegri. Salah satu caranya, Guardiola kemungkinan memasang Cesc Fabregas.

Pato amunisi baru Milan

Allegri mengungkapkan, timnya membawa lima penyerang, termasuk striker penuh tenaga dan kecepatan, Alexandre Pato. Zlatan Ibrahimovic, yang absen saat Milan menahan Barcelona 2-2 pada penyisihan grup di Nou Camp, bakal tampil pertama kali di markas bekas klubnya.

Allegri memberi sinyal untuk kembali tampil lebih bertahan, yang mungkin dilakukan di babak pertama. ”Kami harus tampil seperti yang kami peragakan di San Siro dan, di atas semuanya, harus melakukan semua hal untuk mencegah Barcelona dari mencetak gol. Itu akan memberi kami peluang lolos,” ujarnya.

”Penting bagi kami tahu kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan,” lanjut Allegri. Sehari menjelang laga, masih menjadi tanda-tanya misterius soal tampilnya playmaker Barcelona, Xavi. Ia absen pada sesi latihan, Minggu. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau