Rumah Hidayat Nur Wahid Ikut Terendam Banjir

Kompas.com - 03/04/2012, 15:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah pribadi Hidayat Nur Wahid, calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera, ikut dilanda banjir. Rumah yang terletak di Kompleks 79, No 79 D, Kemang Selatan 4, Jakarta Selatan, itu digenangi air setinggi lebih dari 0,5 meter.

"Awal air naik sekitar pukul 02.00 dini hari. Waktu itu masih sebetis," kata Suratmo (60), petugas keamanan Kompleks 79, RT 11 RW 02, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2012). Air kemudian terus meninggi hingga mencapai lebih dari setengah meter pada pukul 04.00 WIB dan menggenangi seluruh permukiman di kompleks tersebut.

"Rumah itu milik Ibu Dokter Diana (istri Hidayat). Dia tinggal di sini sejak 2003," kata Suratmo.

Lokasi rumah Hidayat sebenarnya cukup jauh dari aliran Kali Krukut. Masih ada kompleks apartemen yang memisahkan kompleks perumahan tersebut dengan kali yang berjarak sekitar 100 meter.

"Tapi kalau airnya gede, air tetap masuk dari selokan-selokan. Jadi lubernya ke sini," kata kepala keamanan kompleks.

Luberan air disebabkan jebolnya tanggul air di Pondok Labu. Mantan Ketua MPR itu saat ini tengah meninjau lokasi banjir di Pondok Labu. Menurut rencana, dia akan tiba di rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB siang ini.

Diana Abbas Thalib, istri Hidayat Nur Wahid, memilih tetap berada di rumah untuk berbenah. Karpet yang basah akibat genangan air saat ini dijemur di pagar depan rumahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau