Jokowi: Sebentar Lagi Peringkat Satu

Kompas.com - 08/04/2012, 15:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi mengaku tak resah dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Dalam hasil survei terbaru yang dirilis Minggu (8/4/2012), pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli masih teratas. Pasangan Jokowi masih menempati peringkat dua.

"Kan masih berjalan tiga bulan lagi. Enggak apa-apa kan nanti jadi urutan satu. Dulu urutan empat, urutan ke dua, terus sebentar lagi peringkat satu," ujarnya sambil tersenyum saat dikerubuti wartawan sebelum acara Sosialisasi pasangan cagub DKI Jakarta di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu (8/4/2012).

Lantas bagaimana caranya? Ia mengaku tak khawatir dengan survei tersebut. Ia menegaskan akan terus berusaha memperkenalkan dirinya kepada rakyat Jakarta beserta program-program unggulannya.

"Ya pokoknya turun ke bawah itu saja, tunjukan apa yang ingin kita kerjakan, apa yang ingin kita perbuat. Jakarta ini kalau diurus dengan baik ya pasti bisa," tegasnya.

Survei yang Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tiga bulan sebelum Pilkada DKI Jakarta, dari enam pasang bakal calon yang diperkirakan maju nanti, nama Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli masih unggul dengan 49,1 persen.

Berikutnya adalah pasangan koalisi antara PDI Perjuangan dengan Gerindra, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dengan perolehan 14,4 persen.

Disusul nama Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini dengan 8,3 persen. Kemudian, pasangan dari jalur independen yakni Faisal Basri-Biem Benyamin memperoleh 5,8 persen dan mengungguli Alex Noerdin-Nono Sampono yang hanya mendapat 3,9 persen.

Sisanya sebesar 1,2 persen yang merupakan juru kunci dipegang oleh Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau