Perebutan kekuasaan

Bandara Sana'a Dibuka Kembali

Kompas.com - 09/04/2012, 04:30 WIB

SANA’A, MINGGU - Setelah Sabtu lalu sempat lumpuh diduduki pasukan loyalis presiden tersingkir, Ali Abdullah Saleh, Bandar Udara Internasional Sana’a, Yaman, Minggu (8/4), kembali dibuka.

Menurut salah seorang pejabat maskapai penerbangan, bandara itu kembali dibuka setelah ada jaminan dari Angkatan Udara Yaman kalau tak akan ada lagi ancaman terhadap penerbangan.

”Sekarang kami tengah bersiap memulai lagi penerbangan perdana,” ujar Manajer Umum Bandara Internasional Sana’a Naji al-Murqab, seperti dikutip situs web berita milik Kementerian Pertahanan Yaman, 26sep.net.

Aksi pendudukan Bandara Sana’a terjadi tak lama setelah penguasa baru dukungan Amerika Serikat (AS), Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, naik menggantikan rezim lama pimpinan Ali Abdullah Saleh.

Para anggota pasukan loyalis Saleh yang dipimpin Jenderal Mohammed Saleh al-Ahmar, Jumat lalu, mengepung bandara internasional tersebut dan mengancam akan menembak jatuh pesawat mana pun yang terbang.

Pasca-pergantian kekuasaan, Ahmar menolak menyerah. Disebutkan pula Sabtu kemarin Ahmar mengaku bersedia menyerahkan diri jika sejumlah pejabat senior, termasuk Menteri Pertahanan Yaman, mundur dari posisi mereka.

Ahmar juga menuntut pemerintahan baru mengasingkan beberapa orang anggota suku berpengaruh, Hashed, yang diketahuinya terlibat membantu para pembelot dalam aksi antirezim yang digelar sejak tahun lalu.

Aksi Ahmar itu memicu tekanan keras dari banyak pihak, termasuk para duta besar negara Barat. Mereka memaksa Ahmar membatalkan aksinya tersebut.

Dalam versi lain disebutkan, Bandara Internasional Sana’a terpaksa ditutup bukan karena adanya aksi pendudukan oleh pasukan Ahmar.

Penutupan terpaksa dilakukan lantaran ada seorang perwira militer yang kebetulan tinggal di dekat bandara melepaskan 10 kali tembakan ke arah menara pengatur lalu lintas bandara.

Perwira itu mengaku marah dan tak puas lantaran sebidang tanah milik sukunya diambil alih begitu saja oleh pemerintah untuk dipakai perluasan area bandara. Dia menuntut ganti rugi.

Tak lama berkuasa, presiden baru negeri tersebut, Abd-Rabbu Mansour Hadi, memang banyak menyingkirkan orang yang sebelumnya dekat dengan penguasa lama.

Beberapa di antaranya seperti keponakan Saleh, Jenderal Tareq Mohammed Abdul Saleh, dan juga perwira loyalis Ahmar, Jenderal Mohammed Ali Mohsen al-Ahmar.

Langkah itu disambut baik pihak AS yang memang tengah fokus mencanangkan ”perang terhadap teror” di negeri tersebut. Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah AS Mark Toner, Sabtu lalu. (AFP/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau