Astaga, Harga Elpiji 3 Kg Capai Rp 30.000

Kompas.com - 09/04/2012, 18:50 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com — Harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram mencapai Rp 30.000 per tabung di Kecamatan Bunut Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Ini terjadi akibat belum meratanya pembangunan stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE).            

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Barat, Andi Aswad, mengatakan, di Bunut Hulu, harga isi ulang elpiji subsidi 3 kilogram sangat tinggi akibat tingginya ongkos transportasi.

"Di kota Pontianak, harga elpiji bisa Rp 14.000 per tabung karena memang ada SPBE. Semestinya minimal satu SPBE dibangun di setiap kabupaten dan kota agar harga jual elpiji subsidi tetap sama di semua daerah," ujar Andi, Senin (9/4/2012).            

Andi menduga ada pengusaha yang sengaja memperlambat pembangunan SPBE di daerah. Tujuannya, agar harga jual elpiji subsidi tetap bisa tinggi.

"Kalau modelnya seperti itu, program konversi dari minyak tanah ke gas tidak akan berhasil. Warga justru dibuat sengsara karena minyak tanah sudah tak disubsidi, harga gas yang katanya subsidi juga sangat tinggi," kata Andi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau